Putusan Majelis Eksaminasi

About Us Forums Klinik Bantuan Hukum LMP Putusan Majelis Eksaminasi

This topic contains 0 replies, has 1 voice, and was last updated by  admin 10 months, 1 week ago.

Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #1629

    admin
    Member

    PUTUSAN  MAJELIS  EKSAMINASI

    NOMOR : 09MEP/PDT/2013/POSBAKUM.LMP

     

    PERTIMBANGAN MAJELIS EKSAMINASI

     

    1. MAJELIS EKSAMINASI

    1.1.      Majelis Eksaminasi yang melakukan kajian dan penilaian (pengujian) tarhadap Putusan Peradilan in casu :—————————————————–

    -     Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo Putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo Putusan Peninjauan Kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I);————————————

    -     Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo Putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/Pdt/2005/PT.DKI tgl 21 nopember 2005 Jo putusan kasasi MA No. 1470k/pdt/2006 Tanggal 14 maret 2007 Jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara II);———————————————————————————-

    ——————————————-Antara———————————————–

    Drs. SUMARDJO

    —————————————–Melawan———————————————-

    -     Pemerintah Republik Indonesia Cq. Departemen Pertahanan dan Keamanan RI Cq. Kepala Staf TNI – AL; ——————————————-

    -     Pemerintah Republik Indonesia Cq. Departemen Dalam Negeri RI Cq. Gubernur Propinsi DKI Jakarta;——————————————————–

    -     Pemerintah RI Cq. Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Cq. Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara;-

    Sebagai Legal Annotation yang secara umum bertujuan untuk mengetahui, sejauh mana pertimbangan hukum dari hakim yang memutus perkara tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip hukum dan apakah prosedur hukum acaranya telah diterapkan dengan benar, serta apakah putusan tersebut telah menyentuh rasa keadilan masyarakat, sebagaimana maksud dan tujuan Pemohon yaitu : —————————————————————–

    obyek—————————/2

    1.2.      Obyek Sengketa dalam Perkara a quo :———————————————–

    ————————–Tanah Bekas Hak Barat Ex-Eigendom Verponding No. 6525; No. 11201; No. 11202; No. 11203 dan No.11204, seluas + 20.5 Ha, yang sekarang terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan, Lingkungan RW.02, 03, dan 05, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan batas-batas :—————————————————————–

    -     Sebelah Utara          : Jalan Tabah;—————————————————–

    -     Sebelah Timur          : Jalan Baru;——————————————————-

    -     Sebelah Selatan      : Kali/Sungai Sunter;——————————————–

    -     Sebelah Barat          : Perumahan Penduduk;—————————————

     

    1.3.      Identitas Pemohon     :———————————————————————–

    -     Nama                         : HELWI HENGKENGBALA;———————————-

    -     Kewarganegaraan   : Indonesia;——————————————————–

    -     Tempat Lahir             : Manado;———————————————————-

    -     Tanggal Lahir           : 7 Desember 1957;———————————————

    -     Pekerjaan                  : Direktur Utama;————————————————-

    -     Alamat                        : Kawasan CBD Pluit Blok S15-16, Jl. Pluit Selatan Raya, No. 1 Jakarta Utara 14440;——————————————————

    Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. YANDINATA BINA YASA, Perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, berkedudukan di Bogor sesuai Akta Pendirian Nomor 6 tertanggal 29 September 1995 sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan Nomor 26 tanggal 23 Pebruari 1998 dan terakhir diubah dengan Akta Perubahan Nomor 7 tertantanggl 28 Nopember 2007, semuanya dilangsungkan di hadapan Notaris DJOKO SULISTIYO,SH, berdasarkan :————————————————————-

    ——————————Akta Pengalihan Kuasa Nomor 5 Tanggal 18 Pebruari 2009, yang dilangsungkan di Hadapan Notaris FERDINAND KARINDAHANG MAKAHANAP,SH Jo  Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSB) Nomor 01 tanggal 03 oktober 2011, dibuat di hadapan HARRY PURNOMO,SH,MH,M.Kn, Notaris di Bekasi yang telah diberitahukan tentang perubahan data Perseroan dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, sesuai Surat nomor AHU-AH.01.10.32539 tanggal 10 oktober 2011, dan selanjutnya dengan Pernyataan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSB) sebagaimana diuraikan dalam : ———————————————————–

     

    ——————————–Akta Notaris Nomor 07 Tanggal 11 Maret 2013, yang telah diterima pula oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, sesuai Surat nomor AHU-AH.01.10-12285 Tanggal 4 April 2013 Perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT. YANDINATA BINA YASA Jo Nomor AHU-AH.01.10-12286 Tanggal 4 April 2013 Perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT. YANDINATA BINA YASA;————————

    ———————————Sehingga berdasarkan ketentuan pasal 12 ayat (1) dan pasal 12 ayat (2a) Anggaran Dasar Perseroan Jo pasal 98 ayat(1) undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, maka berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Perseroan dan untuk selanjutnya disebut PEMOHON;———————————————————–

    1.4.      Membaca dan Mendengarkan : ———————————————————

    -       Membaca Pertimbangan Hakim dalam Putusan-Putusan a quo;————-

    -       Membaca dan mengkaji Prinsip Hukum dan Prosedur Hukum Acara yang diterapkan oleh Majelis Hakim;———————————————————

    -       Membaca dan mengkaji semua Bukti-Bukti Penggugat dan Para Tergugat dalam Perkara a quo;——————————————————–

    -       Membaca dan mendengarkan keterangan Saksi-Saksi Fakta dalam Perkara a quo;——————————————————————————

    1.5.      Materi Sidang Eksaminasi;—————————————————————-

    1.5.1.     Pertimbangan – Pertimbangan Hukum dalam Putusan-Putusan Peradilan yaitu :———————————————————————-

    -       Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo Putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo Putusan Peninjauan Kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara I);————————————–

    -       Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo Putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470k/pdt/2006 tgl 14 maret 2007(Perkara II);—————————————————————-

    1.5.2.       Bukti-Bukti yang diajukan oleh Penggugat sebagai dasar pertimbangan hukum dalam Putusan-Putusan Perkara a quo yaitu :-

    -       Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 4,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, -

    Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 3 april 1964 antara MIUN BIN SUEB (Penjual) dengan SOEMARDJO; ——————————————————–

    -       Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 6,5 Ha tertanggal 10 april 1964 antara ADJING (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);-

    -       Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 6 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 5 april 1964 antara BAGOL  BIN RODJALI (Penjual) dengan SOEMARDJO; —————————–

    -       Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 3,5 Ha tertanggal 15 april 1964 antara MARDJUNI (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);————————————————————————–

    ————-(Total Luas Keseluruhan obyek Tanah adalah 20,5 Ha);———————————————————————————-

    -       Surat Grosse Akta Nomor 850/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Njoo Seng Hoo dan Grosse Akta Nomor 849/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Kho Merie Nio;———————————-

    -       Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), yang menghasilkan bidang Tanah seluas 31.5 Ha (d/h : Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202);—————————-

    Yang ternyata dengan surat-surat palsu atau dipalsukan tersebut di atas sebagaimana terbukti berdasarkan pada :——————————

    ——————–Berita Acara PUSLABFOR BARESKRIM MABES POLRI No. LAB.6267/DTF/2004 Tgl. 10 Januari 2005; Laporan Polisi No. POL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II TgL. 12 Juli 2004  dan SP2HP Direktur Kriminal Umum POLDA Metro Jaya NO. B/2095/III/2005/DIT.RESKRIMUM Tgl. 10 Maret 2005  atas nama Tersangka Drs. SUMARDJO ditujukan kepada  Sdr. DEDI ENDANG,SH (Pelapor);——————————————

    1.6.      Pertanyaan Hukum :————————————————————————-

    ——————Apakah Putusan-Putusan Peradilan dalam Perkara antara Drs. SUMARDJO Vs TNI-AL yang telah berkekuatan hukum tetap (incracht) masih memiliki kekuatan Pembuktian, Mengikat dan bersifat Eksekutorial, jika kemudian terbukti diketahui Pertimbangan Hukum dalam Putusan-Putusan a quo didasarkan pada bukti surat-surat PALSU ?;———————–

    “———————Untuk menjawab Pertanyaan Hukum tersebut di atas, maka Majelis Eksaminasi akan melakukan Kajian dan Penilaian terhadap Bukti-Bukti dan Fakta-Fakta hukum yang terungkap dalam Persidangan sebagaimana termuat dalam Pertimbangan Hukum Putusan-Putusan a quo yaitu sebagai berikut :————————————————————————-

    1. DUDUK  PERKARA

     

    2.1.        Bahwa PT. YANDINATA BINA YASA, Perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, berkedudukan di Bogor sesuai Akta Pendirian Nomor 6 tertanggal 29 September 1995 sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan Nomor 26 tanggal 23 Pebruari 1998 dan terakhir diubah dengan Akta Perubahan Nomor 7 tertantanggl 28 Nopember 2007, semuanya dilangsungkan di hadapan Notaris DJOKO SULISTIYO,SH, berdasarkan Akta Pengalihan Kuasa Nomor 5 Tanggal 18 Pebruari 2009, yang dilangsungkan di Hadapan Notaris FERDINAND KARINDAHANG MAKAHANAP,SH,dalam hal ini diwakili oleh HELWI HENGKENGBALA, kewarganegaraan Indonesia, Lahir di Manado pada tanggal 7 Desember 1957, Pekerjaan selaku Direktur Utama, beralamat di Kawasan CBD Pluit Blok S15-16, Jl. Pluit Selatan Raya, No. 1 Jakarta Utara 14440, bertindak untuk dan atas nama Direksi, yang diangkat berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSB) Nomor 01 tanggal 03 oktober 2011, dibuat di hadapan HARRY PURNOMO,SH,MH,M.Kn, Notaris di Bekasi yang telah diberitahukan tentang perubahan data Perseroan dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, sesuai Surat nomor AHU-AH.01.10.32539 tanggal 10 oktober 2011, dan selanjutnya dengan Pernyataan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSB) sebagaimana diuraikan dalam  Akta Notaris Nomor 07 Tanggal 11 Maret 2013, yang telah diterima pula oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, sesuai Surat nomor AHU-AH.01.10-12285 Tanggal 4 April 2013 Perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT. YANDINATA BINA YASA Jo Nomor AHU-AH.01.10-12286 Tanggal 4 April 2013 Perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT. YANDINATA BINA YASA, sehingga berdasarkan ketentuan pasal 12 ayat (1) dan pasal 12 ayat (2a) Anggaran Dasar Perseroan Jo pasal 98 ayat(1) undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, maka berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Perseroan, dan selanjutnya disebut PEMOHON;—————-

     

    2.2.        Bahwa Pemohon Sidang Eksaminasi dalam Permohonannya yang disampaikan oleh Kuasa Hukumnya yaitu SURYA DARMA SIMBOLON,SH & Partners berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 7 Maret 2013 kepada Sekretariat Pos Bantuan Hukum Laskar Merah Putih dan dicatat dalam Registrasi Perkara Eksaminasi Publik Nomor 09MEP/PDT/2013/POSBAKUM.LMP Tanggal 11 Maret 2013 menguraikan fakta-fakta hukum yaitu sebagaimana diuraikan dalam pokok permohonannya tersebut;——————————————————————-

    2.3.        PEMOHON SIDANG  EKSAMINASI  menurut hukum adalah Pihak Terkait yang memiliki kepentingan langsung dengan perkara antara Drs. SUMARDJO melawan TNI-AL tersebut, karena “Obyek Gugatan” dalam Perkara a quo, adalah berada di dalam areal Tanah milik Pemohon Sidang Eksaminasi ini, yaitu :————————————————————————

    “———————–Tanah Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202 tersebut seluas + 311.285 M2( tiga ratus sebelas ribu dua ratus delapan puluh lima meter persegi) atau 31, 1285 Ha, terletak di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan batas-batas  yaitu :—————————————————————–

    -       Sebelah utara                    :  Jl. Tabah-I/dahulu dikenal Tanah Bimantara;-

    -       sebelah Timur                   : Jl. Boulevard Bgr/dahulu dikenal Tanah Pemda DKI; ——————————————-

    -       sebelah selatan                :  Kali Sunter/Perintis Kemerdekaan;————–

    -       sebelah Barat                    : Perumahan TNI-AL/dahulu dikenal Tanah Bulog;—————————————————-

    Dan untuk selanjutnya dalam perkara ini disebut “Persil atau Obyek Tanah” yang disengketakan oleh Drs. SUMARDJO (Penggugat) Melawan TNI-AL;——————————————————————————————

    2.4.        Bahwa  HELWI HENGKENGBALA i.c. PT. YANDINATA BINA YASA i.c. Pemohon Sidang Eksaminasi memperoleh hak atas Persil tersebut dari Pembebasan dan Pelepasan Hak dari 83(delapan puluh tiga) orang Penggarap sesuai bukti Surat Pernyataan Penggarap Tanah yang terletak di Wilayah Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara dengan batas-batas yaitu sebelah utara Jalan Tanah, sebelah selatan Kali Sunter dan Jl. Perintis Kemerdekaan, sebelah timur Jalan B.G.R dan sebelah barat Kacling.A, yang ditanda tangani oleh 83 (delapan puluh tiga) orang penggarap Tanah tanggal 05 Januari 1990 serta diketahui/disetujui oleh Ketua RT.002/04 dan Ketua RW.04/9 serta Lurah Kelapa Gading Barat;-

    2.5.        Bahwa pembebasan dan pelepasan hak atas persil tersebut diperkuat oleh bukti-bukti surat berupa :——————————————————————–

    2.5.1.     Surat Pernyataan pembebasan dan pelepasan hak atas bidang tanah yang terletak di Kelapa Gading Barat tertanggal 2 Mei 1991 yang ditanda tangtani oleh 83 orang peranggarap serta diketahui oleh Ketua RT.004/015 dan Ketua RT.002/04 serta diketahui pula oleh Lurah Kepala Gading Barat bernama TABRANI;——————–

    2.5.2.     Surat Pernyataan pengakuan penerimaan uang yang dibuat Koordinator Penggarap tertanggal 02 Mei 1991 yaitu sebesar  Rp. 750.000.000, (tujuh ratus lima puluh juta rupiah), yang diterima oleh 83 orang Penggarap, dari YAN SUTOMO ARIANSYAH/PT. YANDINATA BINA YASA, yang diketahui oleh Ketua RT.004/015 dan Ketua RT.002/04 Kelurahan Kelapa Gading Barat, serta diketahui pula oleh Lurah Kelapa Gading Barat bernama TABRANI;-

    2.5.3.     Kwitansi tanda bukti penerimaan uang pembebasan Tanah dari YAN SUTOMO ARIANSYAH yang ditanda tangani Koordinator Penggarap bernama NEMPLEK Bin SA’AJI yaitu sebesar Rp. 750.000.000,-(tujuh ratus lima puluh juta rupiah), untuk pembayaran hak garapan tanah Kelapa Gading Barat sebanyak 83 orang penggarap atas bidang Tanah seluas 31,5 Ha, yang diketahui oleh Ketua RT.004/015 dan Ketua RT.002/04 Kelurahan Kelapa Gading Barat;———————————————————————————–

    2.5.4.     Kwitansi tanda bukti penerimaan uang sebanyak 83 lembar masing-masing senilai Rp.10.000.000,-(sepuluh juta rupiah) untuk pembebasan Tanah dari YAN SUTOMO ARIANSYAH yang ditanda tangani oleh masing-masing penggarap sebanyak 83 orang, yang diketahui oleh Ketua RT.004/015 dan Ketua RT.002/04 Kelurahan Kelapa Gading Barat;————————————————————–

    2.6.        Bahwa berdasarkan bukti Daftar Tanah Partikelir dan Eigendom yang luas lebih dari 10 Bau, terkena undang-undang No. 1 tahun 1958 tentang Penghapusan tanah-Tanah Partikelir, diketahui Persil tersebut berasal dari :

    2.6.1.     Tanah Eigendom Verponding No. 6525 seluas 129.400 M2 atas nama KHO MERIE NIO (istri NJOO SENG HOO) sesuai Akta Aigendom  Nomor  849/1953 Tanggal 15 April 1953;———————

    2.6.2.     Tanah Eigendom Verponding No. 11202 seluas 185.940 M2 sesuai Bukti Akta Eigendom Nomor  850/1953 tanggal 15 April 1953 atas nama NJOO SENG HO (Suami KHO MERIE NIO);———————–

    Keduanya terletak di Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebagaimana ditegaskan dalam Surat Keputusan Penegasan Nomor SK.137/KA  dan Nomor SK.146/KA masing-masing tertanggal 13 Januari 1960, dimana kedua bidang Tanah tersebut pada tahun 1960 terkena undang-undang Nomor 1 tahun 1958 tentang Penghapusan Tanah-Tanah Partikelir, sehingga telah dikonversi menjadi Tanah yang dikuasai langsung oleh Negara;——————————————————————————————

    2.7.        Bahwa Bidang Tanah Eks Eigendom Verponding No. 6525 seluas 129.000 M2 dan No. 11202 seluas 185.940 M2 tersebut dikuasai oleh “masyarakat/penggarap” selama lebih dari 20(dua puluh tahun) yaitu sejak tahun 1959, sebagaimana dibuktikan oleh Surat Pernyataan Penggarap Tanah yang terletak di Wilayah Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara dengan batas-batas yaitu sebelah utara Jalan Tanah, sebelah selatan Kali Sunter dan Jl. Perintis Kemerdekaan, sebelah timur Jalan B.G.R dan sebelah barat Kacling.A, yang ditanda tangani oleh 83 orang penggarap Tanah tanggal 05 Januari 1990 serta diketahui/disetujui oleh Ketua RT.002/04 dan Ketua RW.04/9 serta Lurah Kelapa Gading Barat, sehingga atas dasar bukti tersebut, maka PENGGUGAT melakukan pembebasan Persil tersebut dengan etikad baik;————————————-

    2.8.        Bahwa meskipun Persil tersebut telah dibebaskan oleh PENGGUGAT pada tahun 1991, dan sebanyak 83(delapan puluh tiga) orang penggarap telah menerima uang pelepasan hak, namun sebagian dari Penggarap tersebut kemudian tidak setuju dengan harga yang telah disepakati, maka kemudian 83(delapan puluh tiga) orang penggarap itu mengajukan Gugatan kepada YAN SUTOMO ARIANSYAH/PT. YANDINATA BINA YASA in casu PENGGUGAT di Pengadilan Negeri Jakarta Utara;———————————

    2.9.        Bahwa kemudian terhadap Perkara gugatan tersebut diputus Dading (Perdamaian) sesuai Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 219/Pdt/G/1995/PN.JKT.UT tanggal 2 Nopember 1995, dalam perkara antara YAN SUTOMO ARIANSYAH/PT. YANDINATA BINA YASA (Tergugat) melawan 83(delapan puluh tiga) orang penggarap, setelah YAN SUTOMO ARIANSYAH/ PT. YANDINATA BINA YASA membayar ganti rugi kepada 83(delapan puluh tiga) orang penggarap sebesar Rp.1.500.000.000,-( satu miliar lima ratus juta rupiah) tahun 1995 dan Putusan tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap (incracht);——–

    2.10.     Bahwa berdasarkan Putusan Perdamaian (dading) Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 219/Pdt/G/1995/PN.JKT.UT tanggal 2 Nopember 1995 tersebut, maka kemudian Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengeluarkan Surat penetapan eksekusi No. 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 07 desember 2001, -

    kemudian dilakukan Sita Eksekusi terhadap Persil tersebut berdasarkan Surat Berita Acara Sita Eksekusi juru sita Pengadilan Negeri Jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 13 desember 2001 dan Eksekusi Pengosongan berdasarkan Berita acara eksekusi pengosongan Juru Sita PN Jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 15 januari 2002 serta Eksekusi Penyerahan berdasarkan : ——————————————–

    “————–Berita Acara eksekusi Penyerahan Juru Sita Pengadilan Negeri jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 15 januari 2002 kepada PT. YANDINATA BINA YASA; yang dilakukan oleh Juru sita PN Jakarta utara bernama PINTOR SIBURIAN bersama YOPPIE P. RAMPEN tanggal 15 januari 2002 dan selanjutnya obyek Tanah atau Persil tersebut diserahkan secara sempurna kepada PT. YANDINATA BINA YASA i.c. PENGGUGAT, sehingga sah menurut hukum PENGGUGAT selaku pemegang hak atas Persil tersebut terhitung sejak tanggal 15 Januari 2002;———————————————————————————————

    2.11.     Bahwa kedudukan hak PENGGUGAT atas Persil tersebut telah diperkuat pula oleh  bukti-bukti surat lainnya yaitu berupa :

    2.11.1.    Surat  dari Ketua RW.05/9 Kelapa Gading Barat tanggal 24 Maret 2009 yang diketahui oleh Ketua RT.001/05; RT.002/05; RT.003/05; RT.004/05; RT.005/05 dan Lurah Kelapa Gading Barat perihal Kompensasi/ganti rugi pemberian Hak Guna Bangunan-HGB kepada PT. YANDINATA BINA YASA sesuai Daftar Warga Komplek Perumahan di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, ditujukan kepada Direktur Utara PT.YANDINATA BINA YASA;——-

    2.11.2.    Surat  dari Ketua RT.07/05 Kelapa Gading Barat, Agustus  2008 perihal Kompensasi/ganti rugi pemberian Hak Guna Bangunan-HGB kepada PT. YANDINATA BINA YASA sesuai Daftar Warga Komplek Perumahan di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, ditujukan kepada Direktur Utara PT.YANDINATA BINA YASA;——-

    2.11.3.    Surat keterangan panitera pengadilan Negeri Jakarta utara nomor 10/sktr/Pdt/Pan.Sek/196/PN.JKT.UT tanggal 20 maret 1996 dan Surat ketua pengadilan Negeri jakarta utara nomor w10-04/3890/Hk.02/ix/2009 tanggal 29 september 2009 perihal penjelasan eksekusi tanah yang terletak di kelurahan kelapa gading barat, jakarta utara serta Surat Ketua Mahkamah Agung RI Nomor KMA/413/VII/2004 Tanggal 01 Juli 2004 Perihal Penangguhan Eksekusi Putusan Mahkamah Agung Reg.No. 3092K/Pdt/1996;——————————————————————-

    2.12.     Bahwa tanpa sepengetahuan PENGGUGAT, ternyata dengan “cara melawan hukum” TERGUGAT telah membuat dan/atau menyuruh orang lain membuat dan/atau menggunakan dan/atau menyuruh orang lain menggunakan dan/atau turut serta membuat dan/atau turut serta menyuruh orang lain membuat dan/atau turut serta menggunakan “Surat Palsu dan/atau dipalsukan” berupa Surat-Surat Tanda Bukti Hak atas Tanah yaitu :———————————————————————————————

    2.12.1.    Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 4,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 3 april 1964 antara MIUN BIN SUEB (Penjual) dengan SOEMARDJO; ———————————————————————

    2.12.2.    Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 6,5 Ha tertanggal 10 april 1964 antara ADJING (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);—

    2.12.3.    Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 6 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 5 april 1964 antara BAGOL  BIN RODJALI (Penjual) dengan SOEMARDJO; ———————————————————-

    2.12.4.    Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 3,5 Ha tertanggal 15 april 1964 antara MARDJUNI (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);—————————————————————————-

    2.12.5.    Surat Grosse Akta Nomor 850/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Njoo Seng Hoo dan Grosse Akta Nomor 849/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Kho Merie Nio;—————————————–

    2.12.6.    Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), yang menghasilkan bidang Tanah seluas 31.5 Ha (d/h : Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202);——————————

    Yang dengan surat-surat palsu atau dipalsukan tersebut di atas sebagaimana terbukti berdasarkan Berita Acara PUSLABFOR BARESKRIM MABES POLRI No. Lab: 6267/DTF/2004 tgl 10 januari 2005 Jo Laporan Polisi No.PoL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II Tgl. 12 Juli 2004, ternyata telah digunakan sebagai “Bukti Surat” dalam perkara gugatan Drs. Sumardjo melawan TNI-AL dan kemudian menjadi dasar pertimbangan Majelis Hakim dalam perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara; Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan Mahkamah Agung, sebagaimana dalam Putusan :——————————————————————————-

    -       Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I);———————————-

    -       Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470k/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara II);————————————————————————

     

    terhadap———————–/11

    Terhadap obyek Tanah sengketa ex-eigendom verponding No.6525; 11201; 11202; 11203 dan 11204, seluas 20.5 Ha, yang mengakibatkan telah merugikan HELWI HENGKENGBALA i.c. PT. YANDINATA BINA YASA selaku pemegang hak atas Tanah ex-eigendom verponding No.6525 dan No. 11202 seluas + 311.285 M2( tiga ratus sebelas ribu dua ratus delapan puluh lima meter persegi) atau 31, 1285 Ha, terletak di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan batas-batas  yaitu sebagai berikut sebelah utara Tanah Bimantara; sebelah Timur Tanah Pemda DKI; sebelah selatan Kali Sunter dan sebelah Barat Tanah Bulog;——————————————————————————————–

    2.13.     Bahwa akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Drs. SUMARDJO, maka kemudian terhadap Tanah tersebut yang semula telah diserahkan oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Utara kepada HELWI HENGKENGBALA i.c. PT. YANDINATA BINA YASA, berdasarkan :

    ——————-Berita eksekusi penyerahan Juru Sita Pengadilan Negeri jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 15 januari 2002——-“ kemudian pada tahun 2008 Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengeluarkan lagi Surat Penetapan Eksekuasi Tanggal 14 Maret 2008 No. 42/Eks/2007/PN.Jkt.Ut, berdasarkan :

    ——————–Penetapan Sita Jaminan PN Jakarta Utara No. 199/Pdt/G/1996/PN.Jkt.Ut Tgl. 20 September 1996 dan Berita Acara Sita Tgl. 26 September 1996;——————————————————————–

    Terhadap obyek  Tanah yang sama yaitu  Bidang Tanah Eks Eigendom Verponding No.6525; 11201; 11202; 11203 & 11204, berdasarkan :

    “———————-Putusan PN jakarta utara No. 77/Pdt.G/PN.JKT.UT tgl 6 oktober 2004 jo putusan  pengadilan tinggi DKI jakarta No. 272/Pdt/2005/PT.DKI tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470K/pdt/2006 tgl 14 maret 2007;—–

    Dimana Obyek Tanah yang sama diserahkan kepada Drs. SUMARDJO melalui Sita Eksekusi Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Utara tanggal 14 April 2011 sesuai Surat Pemberitahuan Eksekusi Pengosongan Nomor W.10.U4/388/HK.02/III/2011 tanggal 28 Maret 2011, meskipun Ekekusi Batal dilaksanakan, sehingga telah terjadi “Putusan Pengadilan yang saling bertentangan” satu sama lain, dan sangat merugikan HELWI HENGKENGBALA i.c. PT. YANDINATA BINA YASA selaku Pemilik sah bidang Tanah tersebut dan telah mengakibatkan ketidakpastian hukum di tengah-tengah masyarakat;—————————————————————-

    2.14.     Bahwa akibat dari perbuatan melawan hukum  Drs. SUMARDJO tersebut, maka meskipun HELWI HENGKENGBALA i.c. PT. YANDINATA BINA YASA telah melaksanakan kewajiban kepada Negara yaitu melakukan pembayaran pengukuran Tanah di :—————————————————–

    Jl. Perintis Kemerdekaan, RT.07, RW.05, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, seluas 311.285 M2 SPS No. 451/SPAP/UK/2009 Tanggal 6 Nopember 2009, sebesar  Rp. 78.353.600,-                 ( tujuh puluh delapan juta tiga ratus lima puluh tiga ribu enam ratus rupiah), yang dibayar Lunas oleh Sdr. HELWI HENGKENGBALA, dan diterima resmi oleh Staf Bendaharawan Khusus Kanwil BPN DKI Jakarta tanggal 10 Nopember 2009;—————————————————————————–

    Namun pihak Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara “tidak dapat melakukan pengukuran untuk pendaftaran” bidang Tanah tersebut, karena disebabkan oleh adanya “permasalahan dengan pihak lain” yaitu sengketa antara Drs. SUMARDJO dengan pihak TNI-AL atas sebagian Tanah tersebut, sebagaimana ditegaskan oleh Surat Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara Nomor 777/31.72-200.3/V/2012 tanggal 7 Mei 2012 Jo Nomor 1914/31.72-200.3/XII/2012 tanggal 12 Desember 2012 perihal Permohonan Pengukuran bidang tanah Kelapa Gading Barat Kota  Administrasi Jakarta Utara, yang pada pokoknya menjelaskan bahwa :——————————————————————————-

    “Di atas bidang tanah dimaksud telah terbit Sertifikat Hak Pakai Nomor 3/Kelapa Gading Barat Tanggal 2 Mei 1993 seluas Total 162.860 M2( Seratus enam puluh dua ribu delapan ratus enam puluh meter persegi) atau 16, 2860 Ha atas nama Menteri Pertahanan Republik Indonesia Cq. TNI-AL, sedangkan sisa Tanah seluas 14.8425 Ha yang tidak termasuk dalam Setifikat Hak Pakai No. 3/Kelapa Gading Barat,  masih tercatat atas nama PT. YANDINATA BINA YASA Cq. Sdr. HELWI HENGKENGBALA, dapat dilakukan pengukuran sesuai Permohonan Pemohon, namun sampai saat ini di atas sebagian Tanah tersebut belum dikeluarkan/dipisahkan dari Sertifikat Hak Pakai Nomor 3/Kelapa Gading Barat;- Artinya, sisa tanah milik PENGGUGAT pun yaitu seluas 14.8425 Ha yang tidak termasuk dalam Setifikat Hak Pakai No. 3/Kelapa Gading Barat, “Tidak dapat dilakukan Pengukuran”, karena disebabkan oleh adanya “permasalahan dengan pihak lain” yaitu sengketa antara TERGUGAT i.c. Drs. SUMARDJO dengan pihak TNI-AL atas sebagian Tanah tersebut, sehingga sangat merugikan TERGUGAT”;———————————————————-

    2.15.     Bahwa berdasarkan duduk perkara yang memuat fakta-fakta kejadian sebagaimana diuraikan pada poin (1) s/d (12) di atas, maka dapat diketahui bahwa :——————————————————————————————

     

    Pertama, bukti-bukti hak bagi PENGGUGAT atas bidang tanah Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202 tersebut seluas + 311.285 M2( tiga ratus sebelas ribu dua ratus delapan puluh lima meter persegi) atau 31, 1285 Ha tersebut adalah SAH menurut hukum dan sampai saat ini bukti-bukti hak itu berupa :———————————————

    (1)      Putusan Perdamaian (dading) Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 219/Pdt/G/1995/PN.JKT.UT tanggal 2 Nopember 1995;———————

    (2)      Surat penetapan eksekusi Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara No. 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 07 desember 2001;————————

    (3)      Surat Berita Acara Sita Eksekusi juru sita Pengadilan Negeri Jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 13 desember 2001;——-

    (4)      Surat penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta utara nomor 25/eks/2001/pn.jkt.ut tanggal 7 januari 2002;———————————–

    (5)      Berita acara eksekusi pengosongan Juru Sita PN Jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 15 januari 2002;—————————–

    (6)      Berita Acara eksekusi Penyerahan Juru Sita Pengadilan Negeri jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 15 januari 2002 kepada Tn. YAN SUTOMO ARIANSYAH;————————————————–

    Belum pernah dibatalkan oleh Instansi yang berwenang dan/atau melalui Putusan Pengadilan yang incracht, sehingga tetap memiliki kekuatan hukum mengikat dan sebagai bukti hak yang sempurna;————————–

    Kedua,  Berdasarkan Berita Acara PUSLABFOR BARESKRIM MABES POLRI No. Lab: 6267/DTF/2004 tgl 10 januari 2005 Jo Laporan Polisi No.PoL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II Tgl. 12 Juli 2004, dimana Drs. SUMARDJO telah ditetapkan sebagai “Tersangka”, maka dapat diperoleh fakta bahwa Drs. SUMARDJO telah terbukti melakukan “Perbuatan Melawan Hukum” (onrechtmatige daad) sebagaimana diatur dalam pasal 1365 KUHPeradata, dengan cara yaitu :———————————————–

    “—————————Membuat dan/atau menyuruh orang lain membuat dan/atau menggunakan dan/atau menyuruh orang lain menggunakan dan/atau turut serta membuat dan/atau turut serta menyuruh orang lain membuat dan/atau turut serta menggunakan “Surat Palsu dan/atau dipalsukan” sebagaimana dimaksud pasal 263 ayat(1) KUHP Jo Pasal 55 ayat(1) Ke-1 KUHP, berupa Surat-Surat Tanda Bukti Hak atas Tanah                     yaitu :———————————————————————————————

    (1)      Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 4,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 3 april 1964 antara MIUN BIN SUEB (Penjual) dengan SOEMARDJO; ————————————————————————-

    (2)      Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 6,5 Ha tertanggal 10 april 1964 antara ADJING (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);—————

    (3)      Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 6 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 5 april 1964 antara BAGOL  BIN RODJALI (Penjual) dengan SOEMARDJO; ————————————————————————-

    (4)      Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 3,5 Ha tertanggal 15 april 1964 antara MARDJUNI (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);———–

    (5)      Surat Grosse Akta Nomor 850/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Njoo Seng Hoo dan Grosse Akta Nomor 849/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Kho Merie Nio;—————————————————-

    (6)      Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), yang menghasilkan bidang Tanah seluas 31.5 Ha (d/h : Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202);————————————————————-

    Yang dengan surat-surat palsu atau dipalsukan tersebut di atas, ternyata telah digunakan oleh TERGUGAT sebagai “Bukti Surat” dalam perkara gugatan Drs. Sumardjo melawan TNI-AL dan kemudian menjadi dasar pertimbangan Majelis Hakim dalam perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara; Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan Mahkamah Agung, sebagaimana diuraikan dalam pertimbangan Putusan – Putusan yaitu :————————-

    (1)      Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I);——————————–

    (2)      Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 272/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470k/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara II);——————————————————-

    2.16.     Bahwa akibat dari Perbuatan Drs. SUMARDJO, maka HELWI HENGKENGBALA i.c. PT. YANDINATA BINA YASA telah dirugikan baik secara meteriel maupun secara immaterial, karena  HELWI HENGKENGBALA i.c. PT. YANDINATA BINA YASA “tidak dapat menikmati Tanah” tersebut, terhitung sejak Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 219/Pdt/G/1995/PN.JKT.UT tanggal 2 Nopember 1995, sampai dengan sekarang tahun 2013 ( + 18 tahun);———————–

     

     

    tujuan———————-/15

    1. TUJUAN  EKSAMINASI

    3.1.        Untuk menguji apakah pertimbangan putusan pengadilan yang telah memeriksa dan memutus Perkara Drs. SUMARDJO telah sesuai dengan kaedah penerapan hukum yang baik dan benar berdasarkan ilmu pengetahuan hukum Perdata dan Hukum Pertanahan Nasional;—————-

    3.2.        Untuk melakukan analisis terhadap pertimbangan hukum atas Putusan dalam perkara Drs. SUMARDJO guna melihat sejauh mana pertimbangan hukum dimaksud sesuai ataukah bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum, baik hukum materiil maupun hukum formil, dan juga dengan legal justice, moral justice dan social justice;————————————————-

    3.3.        Untuk mendorong dan memberdayakan partisipasi publik untuk terlibat lebih jauh di dalam mempersoalkan proses sesuatu perkara dan putusan atas perkara itu yang dinilai kontroversial dan melukai rasa keadilan rakyat;——-

    3.4.        Untuk mendorong dan mensosialisasikan Lembaga Eksaminasi dengan membiasakan publik melakukan penilaian dan pengujian terhadap sesuatu proses peradilan, dan putusan lembaga pengadilan serta keputusan-keputusan lembaga penegakan hukum lainnya yang dirasakan dan dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum dan rasa keadilan masyarakat;-

    3.5.        Untuk mendorong terciptanya independensi lembaga penegakan hukum, termasuk Mahkamah Agung, yang mempunyai akuntabiltas dan transparansi kepada publik;—————————————————————-

    3.6.        Untuk mendorong para hakim untuk meningkatkan integritas moral, kredibilitas dan profesionalitasnya di dalam memeriksa dan memutus suatu perkara agar tidak menjadi putusan yang kontroversial, sehingga melukai rasa keadilan masyarakat;——————————————————————

     

    1. MAJELIS EKSAMINASI

    4.1.        Bahwa untuk mengeksaminasi dan menilai secara luas hal-hal yang saling berkaitan antara putusan PN, PT dan MA dalam Kasus Drs. SUMARDJO perlu dibentuk Majelis Eksaminasi;——————————————————-

     

    4.2.        Bahwa untuk menjaga agar hasil pengujian dan penilaian (putusan) yang dilakukan oleh Majelis Eksaminasi tersebut dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan, maka susunan angota Majelis Eksaminasi tersebut terdiri dari orang-orang yang memiliki perhatian yang besar terhadap hukum dan penegakan hukum serta yang memiliki basis keimuwan ilmu hukum atau berpengalaman dalam praktek penegakan hukum;

    4.3.        Bahwa Pos Bantuan Hukum Laskar Merah Putih sebagai pihak yang menggagas dan menyelenggarakan eksaminasi terhadap putusan – Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara; Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta; Putusan Kasasi Mahkamah Agung dan Putusan Peninjauan Kembali (PK) dalam Perkara Drs. Sumardjo tersebut membentuk Majelis Eksamimasi yang terdiri dari kalangan akademisi hukum dari berbagai perguruan tinggi, praktisi hukum dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/Ornop/NGO), yaitu:————————————-

    (1)      Prof. DR. ABDUL AZIS.R,SH,MBA(Ketua);————————————-

    (2)      DR. ARIEF SUGIARTO,SH,MH,LLM(Anggota);——————————–

    (3)      DR. HOTMAN SIMANJUNTAK,SH,MH,LLM (Anggota);———————

    (4)      SYAHRI RAMADHANI.AR.TARIGAN,SH,MH (Anggota);——————–

    (5)      DR. KUKUH TUGIYONO,SH,MH (Anggota);———————————–

    4.4.        Bahwa meskipun Majelis Eksaminasi terdiri dari kalangan akademisi hukum dari berbagai perguruan tinggi, Praktisi hukum dan aktivis lembaga swadaya masyarakat, tetap meminta masukan dari masyarakat/publik yang dapat secara langsung untuk memberikan pendapat/penilaiannya melalui sharing ide dalam forum diskusi;———————————————————-

     

    1. KEWENANGAN  MAJELIS  EKSAMINASI

    5.1.        Bahwa dari sejarahnya di negeri Belanda dan di dalam praktek peradilan di Indonesia pada masa lalu, lembaga eksaminasi dilakukan oleh hakim pada tingkat pengadilan yang lebih tinggi atau senior, terhadap putusan-putusan hakim pada tingkat pengadilan di bawahnya atau yang lebih yunior, untuk “menguji apakah ada kesalahan dalam keputusan hakim dan dapat berdampak pada penilaian kecakapan seorang hakim”;———————-.

     

    bahwa————————/17

    5.2.        Bahwa belum lama ini ada upaya melakukan eksaminasi terhadap putusan hakim yang dilakukan oleh masyarakat, yakni oleh Koalisi Organisasi Non Pemerintah (ORNOP) Pemantau Peradilan terhadap putusan Peninjauan Kembali kasus Ruislag Bulog-Goro yang melibatkan Hutomo Mandala Putra sebagai terpidana (Putusan No.78/PK/2000). Kemudian juga eksaminasi yang dilakukan oleh para akademisi, praktisi (pengacara) dan Indonesian Court Monitoring (ICM) Yogyakarta, terhadap putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta, putusan Pengadilan Tinggi DI. Yogyakarta serta putusan kasasi dalam kasus pencemaran nama baik yang mendudukkan Arifin Wardiyanto sebagai terpidana;————————————————————

    5.3.        Bahwa Putusan dalam kasus-kasus tersebut dianggap kontroversial dari segi yuridis dan mengusik rasa keadilan dalam masyarakat (Hitam Putih, Edisi 5 Tahun 2000: 5-9).——————————————————————-

    5.4.        Bahwa jika dilihat siapa yang melakukan eksaminasi, maka telah terjadi pergeseran fungsi dari lembaga tersebut;- Melihat dari sejarahnya lembaga eksaminasi berfungsisebagai upaya pengujian yang bersifat internal, sehingga yang melakukan pengujian adalah dari kalangan hakim itu sendiri., yakni hakim yang lebih tinggi terhadap putusan hakim tingkat bawahannya atau yang lebih yunior (lihat juga di dalam SEMA No. 1 Tahun 1967).——————————————————————————————–

    5.5.        Bahwa dalam kasus eksaminasi terhadap putusan kasus Hutomo Mandala Putra dan putusan kasus Arifin Wardiyanto, nampak bahwa ada keinginan dari masyarakat untuk menggeser fungsi eksaminasi yang semula sebagai lembaga pengujian internal menjadi lembaga pengujian eksternal oleh masyarakat. Masyarakat hendak menjadikan lembaga eksaminasi sebagai salah satu wadah atau bentuk social control terhadap peradilan, terutama putusan-putusan hakim. Eksaminasi memang tidak masuk ke dalam system peradilan.—————————————————————————————-

    5.6.        Bahwa Lembaga pengujian terhadap putusan hakim yang masuk dalam sistem peradilan adalah lembaga upaya hukum. Satu-satunya asas dalam sistem peradilan kita yang berkaitan dengan masalah social control hanyalah asas yang menyatakan bahwa persidangan terbuka untuk umum (Pasal 17 ayat 1 UU No.14 Tahun 1970 tentang Kekuasaan Kehakiman). —

     

     

    Bahwa——————————-/18

    5.7.        Bahwa asas peradilan yang terbuka untuk umum hanyalah memberikan hak kepada masyarakat untuk melihat, mendengar dan mengikuti jalannya peradilan saja. Tujuan asas ini memang baik, yakni untuk menyelenggarakan peradilan yang obyektif. Kehadiran masyarakat dalam proses peradilan diharapkan dapat memberikan pengaruh psikologis bagi hakim, sehingga hakim tidak berani bertindak sewenang-wenang atau berat sebelah. Namun demikian pertanyaannya adalah :———————————-

    “Apakah dengan hadirnya masyarakat dalam persidangan dapat menciptakan putusan yang obyektif? Fakta menunjukkan bahwa banyak putusan-putusan hakim yang menurut masyarakat kontroversial atau mengusik rasa keadilan, atau tidak obyektif, sekalipun persidangannya sudah disaksikan oleh masyarakat”;—————————————————–

    5.8.        Bahwa nampak di sini bahwa asas peradilan yang terbuka bukan merupakan jaminan untuk menciptakan putusan yang obyektif dan adil. Apalagi musyawarah hakim dalam membuat dan menyusun putusan dilakukan secara tertutup, sehingga masyarakat tidak dapat lagi mengikuti dan menyaksikan;- Padahal dalam proses musyawarah itulah sering terjadi proses penjatuhan putusan yang subyektif, berat sebelah dan tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat, karena berbagai faktor, termasuk faktor suap. Idealnya memang, kontrol masyarakat dapat dilakukan sampai kepada proses tersebut Diperlukan suatu bentuk atau wadah social control yang lain, yang dianggap lebih mempunyai pengaruh;——————————

    5.9.        Bahwa pengembangan Lembaga Eksaminasi oleh masyarakat sebagai bentuk social control perlu dilakukan, karena secara teoretis pengawasan secara internal oleh hakim terhadap rekannya sendiri, yakni sesama hakim yang lain, akan sangat subyektif dan kecil kemungkinannya untuk menyebarluaskan hasilnya kepada publik, karena dapat mempengaruhi kredibilitas korps hakim. Apa akibat hukumnya seandainya hakim eksaminator menemukan kesalahan yang dilakukan oleh sesama hakim lainnya, juga tidak jelas;———————————————————————

    5.10.     Bahwa peran publik atau masyarakat untuk mengontrol jalannya peradilan akan lebih optimal dengan lembaga eksaminasi, dalam rangka menciptakan atau mengkondisikan putusan-putusan hakim yang obyektif dan adil. Dengan lembaga eksaminasi, masyarakat dapat menguji putusan-putusan yang dianggap controversial atau mengusik rasa keadilan masyarakat;——-

    5.11.     Bahwa Hasil eksaminasi perlu dipublikasikan, sehingga masyarakat dapat memberikan penilaian terhadap kinerja seorang hakim atau kinerja pengadilan-pengadilan selanjutnya;——————————————————

    5.12.     Bahwa hakim dalam memeriksa dan memutus suatu perkara selalui mendasarkan diri pada dasar filosofis DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA yang membawa implikasi pada diri hakim bahwa putusan yang dibuat dipertanggungjawabakan bukan hanya kepada mekanisme pertanggungjawaban dalam sistem hukum Indonesia sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangn yang berlaku, lebih dari itu dan yang lebih esensial bahwa hakim juga bertanggung jawab kepada Tuhan dan hati nuraninya sendiri;———————————————-

    5.13.     Bahwa dalam suatu Negara Hukum (rechtstaat) yang Demokratis adalah tuntutan yang harus diwujudkan dalam suatu kekuasaan kehakiman yang merdeka (independen), berwibawa, bersih, dan jujur, walaupun kenyataan untuk mencapai tujuan tersebut adalah sulit dan apa yang dirasakan oleh masyarakat justru sebaliknya (tidak berwibawa, tidak bersih, dan tidak jujur);———————————————————————————————

    5.14.     Bahwa untuk menghapuskan atau meminimalisir praktek peradilan yang menyimpang dari prinsip-prinsip penyelenggaraan peradilan yang baik, berwibawa, bersih dan jujur tersebut perlu diberdayakan mekanisme kontrol, baik secara internal maupun eksternal, dengan mengundang partisipasi masyarakat yang memiliki atensi yang tinggi terhadap hukum dan penegakan hukum untuk melakukan kontrol jalannya proses peradilan di Indonesia;————————————————————————————

    5.15.     Bahwa perwujudan Negara Hukum (rechtstaat) yang demokratis melalui upaya penegakan supremasi hukum serta mengupayakan pulih kembalinya citra dan wibawa pengadilan, dipandang perlu adanya keterlibatan publik untuk melakukan kontrol sebagai wujud tanggungjawab bersama dengan membentuk Lembaga Eksaminasi yang independen yang kemudian dikenal dengan Majelis Eksaminasi untuk melakukan verifikasi suatu putusan pengadilan yang memperoleh perhatian masyarakat/publik dan dinilai belum mempertimbangkan secara maksimal penerapan ilmu pengetahuan hukum dalam proses pengambilan putusan yang menyebabkan terusiknya rasa keadilan masyarakat;——————————–

    5.16.     Bahwa  pertimbangan hukum dalam Putusan-Putusan Peradilan dalam perkara antara Drs. SUMARDJO melawan TNI-AL  mengandung unsur cacat hukum, karena kemudian diketahui ternyata didasarkan pada bukti-bukti SURAT PALSU berdasarkan :——————————————————

    “———————-Berita Acara PUSLABFOR BARESKRIM MABES POLRI No. LAB.6267/DTF/2004 Tgl. 10 Januari 2005; Laporan Polisi No. POL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II TgL. 12 Juli 2004  dan SP2HP Direktur Kriminal Umum POLDA Metro Jaya NO. B/2095/III/2005/DIT.RESKRIMUM Tgl. 10 Maret 2005  atas nama Tersangka Drs. SUMARDJO ditujukan kepada  Sdr. DEDI ENDANG,SH (Pelapor);——————————————-

    5.17.     Bahwa putusan pengadilan dalam kasus “SUMARDJO” hanyalah salah satu di antara sekian banyak putusan pengadilan yang dinilai sebagian masyarakat telah melukai rasa keadilan masyarakat, telah menimbulkan kesan terjadinya diskriminasi dalam proses penegakan hukum, khususnya proses peradilan, sehingga sudah barang tentu dapat memperburuk citra penegakan hukum dan dengan demikian makin menghambat terwujudnya Negara Hukum yang Demokratis dan tegaknya supremasi hukum;————-

    5.18.     Bahwa salah satu dampak buruk dalam penegakan hukum di Indonesia, adalah lahirnya ketidakpastian hukum dalam pelaksanaan Putusan Peradilan yang telah incracht, dimana terhadap obyek tanah Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202 tersebut seluas + 311.285 M2              ( tiga ratus sebelas ribu dua ratus delapan puluh lima meter persegi) atau 31, 1285 Ha, telah dilakukan Sita Eksekusi dan Sita Pengosongan secara sah oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Utara berdasarkan Penetapan Eksekusi Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 25/Eks/2001/PN.Jkt.Ut tanggal 07 Desember 2001, kemudian dilakukan Sita Penyerahan kepada HELWI HENGKENGBALA i.c. PT. YANDINATA BINA YASA;————————————————————————————

    TERNYATA,  kemudian dilakukan lagi Sita Eksekusi dan Pengosongan oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Utara berdasarkan Surat Penetapan Eksekuasi Tanggal 14 Maret 2008 No. 42/Eks/2007/PN.Jkt.Ut, berdasarkan penetapan Sita Jaminan PN Jakarta Utara No. 199/Pdt/G/1996/PN.Jkt.Ut Tgl. 20 September 1996 dan Berita Acara Sita Tgl. 26 September 1996, kemudian dilakukan Sita Penyerahan kepada Drs. SUMARDJO, tanggal 14 April 2011 sesuai Surat Pemberitahuan Eksekusi Pengosongan Nomor W.10.U4/388/HK.02/III/2011 tanggal 28 Maret 2011;–

    5.19.     Bahwa berdasarkan penjelasan sebagaimana diuraikan pada poin (3), (4) dan (5) di atas, maka Majelis Eksaminasi memiliki kewenangan melakukan penilaian dan pengkajian terhadap Pertimbangan Hukum dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara :——————————————————–

    -         Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I);—————————————————————

    -         Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470k/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara II);—————————————————————————————————-

    1. MATERI  EKSAMINASI

    6.1.        Alat Bukti Drs. Sumardjo (Penggugat)

    6.1.1.       Bahwa dalam Perkara gugatan perdata antara Drs. SUMARDJO Melawan Pemerintah Republik Indonesia Cq. Departemen Pertahanan dan Keamanan RI Cq. Kepala Staf TNI – AL; Pemerintah Republik Indonesia Cq. Departemen Dalam Negeri RI Cq. Gubernur Propinsi DKI Jakarta dan Pemerintah RI Cq. Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Cq. Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara, sebagaimana termuat dalam pertimbangan hukum Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997, disebutkan yang menjadi “Obyek Sengketa” dalam perkara tersebut adalah :

    “————–Bidang anah seluas lebih 20,5 hektar terletak di Kelapa Gading Barat, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Yang merupakan tanah hak barat ex eigendom verponding Nomor : 6525, Nomor : 11201, Nomor 11203, dan Nomor : 11204 yang sekarang dikenal terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan, dalam lingkungan RW 02, RW 03 dan RW 05 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Kotamadya Jakarta Utara, dengan batas-batas sebagai berikut :—-

    -      sebelah utara : Jalan Tabah;———————————————–

    -      sebelah timur : Jalan Baru;————————————————-

    -      sebelah selatan : kali/Sungai Sunter;————————————

    -      sebelah barat : perumahan penduduk;———————————-

    6.1.2.       Bahwa Drs. SUMARDJO (Penggugat) mengaku memperoleh Tanah tersebut dari “Pembebasan dan Pelepasan Hak” dari 4(empat) orang Penggarap masing-masing berdasarkan pada “Bukti Surat” yaitu :————————————————————–

    (1)        Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 4,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 3 april 1964 antara MIUN BIN SUEB (Penjual) dengan SOEMARDJO vide Bukti P-2;- ————————————————————————–

     

     

     

     

    Surat—————————/22

    (2)        Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 6 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 5 april 1964 antara BAGOL  BIN RODJALI (Penjual) dengan SOEMARDJO vide Bukti P-3;———————————————————————

    (3)        Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 6,5 Ha tertanggal 10 april 1964 antara ADJING (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli) vide Bukti P-4;————————————————-

    (4)        Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 3,5 Ha tertanggal 15 april 1964 antara MARDJUNI (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli) vide Bukti P-5;—————————–

    6.1.3.        Bahwa selain bukti-bukti surat tersebut, juga Drs. Sumardjo (Penggugat) mengajukan bukti-bukti surat berupa :———————-

    (1)        Surat Keterangan Garapan atas nama Penggugat oleh Lurah Sunter tanggal 14 Juli 1964 Nomor 42/U/7/1964 Vide Bukti P-6;——————————————————————————-

    (2)        Surat Wajib Pajak Nomor WPJ/06/KB/1992 vide Bukti P-18a dan Rincian jumlah PBB yang harus dibayar Penggugat dari Kantor PBB Jakarta Utara vide Bukti P-18b;————————

    (3)        Foto Copy SIPPT Nomor 931/1.711.5 Tanggal 6 Maret 1992 oleh Tergugat-II atas nama Tergugat-I vide Bukti P-20;———

    (4)        Surat Rekomendasi yang diterbitkan oleh Tergugat-III dikirim kepada Ka.KANWIL BPN DKI Jakarta tanggal 7 September 1990 Nomor 445/V/PGT/2/JU/1990 Vide Bukti P-21;————-

    (5)        Foto Copy Bukti-bukti yang diakui Tergugat-I membebaskan Lokasi Tanah sengketa tanggal 7 Maret 1960 vide Bukti P-22;——————————————————————————

    (6)        Foto Copy Gambar/Peta Nomor 80/KH/1990 yang dikeluarkan oleh Tergugat-III vide Bukti P-23;———————-

    (7)        Surat Keterangan Sdr. Tatang Subiyat tanggal 2 Mei 1994 vide Bukti P-24a;———————————————————–

    (8)        Surat Kesaksian Sdr. Misin Tanggal 2 Mei 1994 vide Bukti P-24b;—————————————————————————-

    (9)        Surat Kesaksian Sdr. Asmad Tanggal 2 Mei 1994 vide Bukti P-24c;————————————————————————-

    (10)     Surat Keputusan Menteri Pertahanan dan keamanan RI Nomor : SKEP/610/VI/1996 vide Bukti P-25a;———————-

    (11)     Surat Perintah Panglima ABRI Nomor SPRIN/2315/VIII/1996 vide Bukti P-256;———————————————————–

    (12)     Surat Perintah Panglima TNI Angkatan Laut RI Nomor Sprin/758/VIII/1996 vide bukti P-25c;——————————-

     

    6.2.        Analisis  Alat Bukti Drs. Sumardjo (Penggugat)

    6.2.1.       Bahwa 12(dua belas) alat bukti sebagaimana disebutkan pada poin 6.1.2 dan 6.1.3 tersebut di atas, telah digunakan oleh Drs.Sumardjo(Penggugat) untuk membuktikan dalil-dalilnya sebagaimana telah dipertimbangkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam Putusannya nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997 tersebut, kemudian dikuatkan oleh Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 687/PDT/1997/PT.DKI.JKT, yang dikuatkan pula oleh Putusan Kasasi Mahkamh Agung  Nomor 4637k/pdt/1998 serta Putusan Peninjauan Kembali  Mahkamah Agung  Nomor 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I);-

    6.2.2.       Bahkan terdapat bukti Surat berupa Surat Grosse Akta Nomor 850/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Njoo Seng Hoo dan Grosse Akta Nomor 849/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Kho Merie Nio dan Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), yang menghasilkan bidang Tanah seluas 31.5 Ha (d/h : Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202), yang sebenarnya tidak diajukan oleh Drs. Sumardjo (Penggugat) dalam perkara a quo, namun turut dipertimbangkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara;-

    6.2.3.       Bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam Putusan nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997 tersebut, yang menyatakan telah terjadi jual – beli antara SUMARDJO dengan NJOO SENG HOO, yang menghasilkan bidang Tanah seluas 31.5 Ha (d/h : Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202), padahal Sumardjo (Penggugat) tidak pernah mengajukan Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), sebagai alat bukti surat dalam perkara a quo, adalah termasuk pertimbangan Hakim yang melampaui wewenangnya, karena yang berkepentingan untuk membuktikan dalil gugatan adalah Penggugat, bukanlah Majelis Hakim;—————————————–

    6.2.4.       Bahwa Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), yang diketahui oleh Lurah Sunter LEGIMAN sesuai Agenda Surat Nomor 416/Tn/U/9/1960, dan Wedana Tanjung Priuk R.WINARSO sesuai agenda surat nomor  291/…/9/1960, dimana terdapat 4(empat) orang nama yaitu MIUN, BAGOL dan MARDJUNI yang merupakan “Batas-Batas Tanah” dalam Akta Jual-beli tersebut dari Eigendom Nomor 11202 dan Nomor 6525 dengan rincian batas tanah yaitu :–

    6.2.4.1.     Eigendom Nomor 11202 :——————————————-

    -    Batas sebelah Utara dengan SABENI;———————–

    -    Batas sebelah timur   dengan BAGOL;———————-

    -    Batas sebelah Selatan dengan Kali Sunter;—————-

    -    Batas sebelah barat dengan ADJING dan MARDJUNI;-

    6.2.4.2.     Eigendom Nomor 6525 :———————————————

    -    Batas sebelah Utara dengan SABENI;———————–

    -    Batas sebelah Timur dengan ADJING dan MARDJUNI;-

    -    Sebelah Selatan dengan Kali Sunter;————————-

    -    Sebelah Barat dengan Perumahan Penduduk;————

    6.2.5.       Bahwa Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), mengandung beberapa kejanggalan yaitu :———————————

    6.2.5.1.     Mengenai “Hari” Jual Beli antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), dilakukan pada hari Senin tanggal 18 September 1960, padahal sesuai Kalender bulan September 1960, tanggal 18 jatuh pada hari minggu, bukan hari senin;—————————-

    6.2.5.2.     Mengenai “Ejaan” yang digunakan pada Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), adalah selain menggunakan “Ejaan Lama” juga menggunakan “Ejaan Baru”, padahal pada tahun 1960 masih menggunakan “Ejaan Lama” pada penulisan setiap surat;-

     

    Stempel————————–/25

    6.2.5.3.     Mengenai “Stempel” Wedana pada Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 tersebut bertuliskan “Wedana Tg. Priok” padahal seharusnya bertuliskan “Wedana Tg. Priuk” bukan Tg. Priok, selain itu Tulisan dalam Stempel tersebut lebih kecil/ramping dan tidak identik dengan Stempel yang terdapat pada bukti yang diajukan Drs. Sumardjo(Penggugat) dalam Perkara a quo;———————————————————————–

    6.2.5.4.     Mengenai “Tanda Tangan”  Lurah dan Wedana yang tertera pada Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 tidak Identik dengan Tanda tangan pembanding dalam surat bukti yang diajukan Penggugat;—————————-

    6.2.5.5.     Mengenai “Letak Tanah” dalam Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960, dimana jual beli dari NJOO SENG HOO dengan SUMARDJO terdapat penulisan wilayah obyek tanah seluas 31.5 Ha, Lokasi di Kampung Kelapa Gading Kandang Sapi, Kelurahan Sunter, Kewedanaan Tanjung Priuk, Kota Pradja Djakarta Raya, padahal Lokasi obyek Tanah sengketa pada tahun 1960 belum menunjukan pemekaran wilayah, karena pemekaran wilayah terjadi pada tahun 1986 yaitu Kelurahan Kelapa Gading Barat dibentuk hasil pemekaran dari Kelurahan Sunter, Kecamatan Koja, BUKAN Kecamatan Tanjung Priuk, dan Kelurahan Kelapa Gading Barat tidak pernah dimekarkan dari Kecamatan Tanjung Priuk, sehingga Lokasi Tanah obyek sengketa dalam Akta Jual Beli tersebut yang tertulis “Kampung Kelapa Gading Kandang Sapi, Kelurahan Sunter, Kewedanaan Tanjung Priuk, Kota Pradja Djakarta Raya” adalah SALAH;-

    6.2.5.6.     Bahwa selain itu merujuk pada Surat Lurah Sunter  Agung Nomor 349/-1.711.1 Tanggal 26 April 2011 tentang penjelasan pemekaran wilayah, disebutkan bahwa :

    pemekaran wilayah Kelurahan Sunter menjadi Kelurahan Sunter Jaya dan Kelurahan Sunter Agung pada tahun 1986, dan disebutkan pula bahwa pencatatan Jual Beli Tanah/Rumah pada masa Kelurahan Sunter, tidak pernah ada di Kelurahan Sunter Agung, melainkan di Kelurahan Sunter Jaya, sehingga pengesahan alat bukti Penggugat di Kelurahan Sunter Agung adalah cacat hukum;————-

    6.2.5.7.     Mengenai “Penguasaan Fisik Tanah”, yaitu kalau pun quo Non Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 itu benar, maka seharusnya pada tahun 1960 SUMARDJO (Penggugat); MIUN; BAGONG; ADJING dan MARDJUNI dapat menguasai fisik Tanah obyek sengketa di maksud, namun ternyata pada tahun 1960 Para Penggarap tersebut di atas tidak menguasai Tanah obyek sengketa i.c Tanah bekas Eigendom Nomor 11202 dan Nomor 6525 seluas 31.5. Ha;-

    6.2.5.8.     Mengenai “Bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah”, yaitu  :

    (1)       Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 4,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok, Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 3 april 1964 antara MIUN BIN SUEB (Penjual) dengan SOEMARDJO vide Bukti P-2;- ——

    (2)       Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 6 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok, Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 5 april 1964 antara BAGOL  BIN RODJALI (Penjual) dengan SOEMARDJO vide Bukti P-3;————————————–

    (3)       Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 6,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok, Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja,tertanggal 10 april 1964 antara ADJING (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli) vide Bukti P-4;——————————————

    (4)       Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 3,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok, Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tertanggal 15 april 1964 antara MARDJUNI (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli) vide Bukti P-5;——————————————–

    Atas obyek Tanah seluas seluruhnya + 20.5 Ha tersebut semuanya terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok, SEHARUSNYA tertulis “Kelurahan Sunter, Ketjamatan Kodja”, karena Kelurahan Sunter tidak pernah ada di Ketjamatan Tandjung Priok, sehingga Bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah tersebut mengandung cacat hukum (PALSU);———————————————–

    6.2.5.9.     Bahwa selain itu mengenai “Penggarap Tanah” bernama MIUN, BAGOL, ADJING dan MARDJUNI tidak pernah tercatat sebagai Penggarap Tanah bekas Eigendom Nomor 11202 dan Nomor 6525 seluas 31.5 Ha, dan tidak pernah pula tercatat sebnagai penggarap Tanah bekas Eigendom Nomor 6525, Nomor 11201, Nomor 11202, Nomor 11203 dan Nomor 11204 seluas 20.5 Ha, yang benar adalah MIUN, BAGOL, ADJING dan MARDJUNI tercatat sebagai batas-batas Tanah Eigendom Verponding 11202 dan Nomor 6525 seluas 31.5 Ha;-

    6.2.5.10.  Bahwa kalau pun quod Non “Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960” dan “Bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah” itu benar adanya, MAKA Sumardjo (Penggugat) mempunyai Tanah seluas 31.5 Ha + 20,5 Ha = 52 Ha, sehingga tidak masuk logika hukum, karena obyek gugatan Sumardjo (Penggugat) dalam perkara Nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997 dan Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut Tanggal  6 oktober 2004 hanya mengenai Tanah obyek sengketa seluas 20.5 Ha;———–

    6.2.5.11.  Mengenai “Tanda Tangan” Pejabat Kepala Kampung Sunter yaitu H.A. MUTHOLIP pada “Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960” ternyata “berbeda atau Non Identik”  dengan tanda tangan H.A. MUTHOLIP pada  “Bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah”, sehingga kedua jenis alat bukti surat tersebut diduga PALSU;——————————————————————-

    6.2.5.12.  Bahwa selain itu bukti P-6, Surat Keterangan Garapan atas nama Penggugat yang dikeluarkan oleh oleh Lurah Sunter  H.A. MUTHOLIP tanggal 14 Juli 1964 Nomor 42/U/7/1964, ternyata “berbeda atau Non Identik” dengan bukti surat yang ditanda tangani oleh H.A.MUTOLIP pada tahun 1979, dan juga “berbeda atau Non Identik” dengan Tanda Tangan H.A.MUTOHOLIP yang tertera pada “Bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah” tahun 1964;-

    6.2.5.13.  Bahwa demikian pula “Tanda Tangan” Lurah Sunter H.M. SATIM yang tertera pada Surat Keterangan Tanah Garapan Nomor 42/U/7/1964 tanggal 14 Djuli 1964, ternyata “berbeda atau Non Identik” dengan Tanda Tangan H.M. SATIM yang tertera pada Bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah” tahun 1964 vide Bukti P-2, P-3, P-4 dan P-5 yang merupakan bukti hak atas tanah Sumardjo (Penggugat) yang menjadi dasar pertimbangan Majelis Hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997 dan Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut Tanggal  6 oktober 2004;———————————————————————-

    6.2.5.14.  Bahwa selain itu sesuai bukti daftar nama Pejabat Kelurahan Sunter sejak tahun 1945 s/d 1986 tidak terdapat nama “H.A. MUTHOLIP”, melainkan H.M. SATIM selaku Lurah pada tahun 1964, sedangkan H.A. MUTHOLIP pada tahun 1964 menjabat selaku Wakil/Sekretaris/Juru Tulis di Kantor Kelurahan Sunter, dan bukan selaku Kepala Kampung sebagaimana tertera pada Bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah” tahun 1964 vide Bukti P-2, P-3, P-4 dan P-5, yang pernah diajukan Sumardjo (Penggugat) dan menjadi dasar pertimbangan hukum dalam Putusan PN Jakarta Utara Nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997 dan Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut Tanggal  6 oktober 2004;———-

     

    6.2.6.       Bahwa berdasarkan “Analisis Bukti-Bukti Surat” Drs. Sumardjo (Penggugat) sebagaimana diuraikan di atas, maka dapat diperoleh fakta hukum bahwa alat bukti surat yang pernah diajukan oleh Drs. Sumardjo (Penggugat) yaitu berupa Bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah” tahun 1964 vide Bukti P-2, P-3, P-4 dan P-5, adalah PALSU, demikian pula bukti Surat berupa Surat Grosse Akta Nomor 850/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Njoo Seng Hoo dan Grosse Akta Nomor 849/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Kho Merie Nio dan Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), yang menghasilkan bidang Tanah seluas 31.5 Ha (d/h : Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202) adalah PALSU, sebagaimana pula telah diperkuat hasil penyidikan POLDA Metro Jaya berdasarkan Berita Acara PUSLABFOR BARESKRIM MABES POLRI No. LAB.6267/DTF/2004 Tgl. 10 Januari 2005; Laporan Polisi No. POL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II TgL. 12 Juli 2004  dan SP2HP Direktur Kriminal Umum POLDA Metro Jaya NO. B/2095/III/2005/DIT.RESKRIMUM Tgl. 10 Maret 2005  atas nama Tersangka Drs. SUMARDJO ditujukan kepada  Sdr. DEDI ENDANG,SH (Pelapor);———————————————————-

    6.2.7.       Bahwa dengan demikian telah jelas dan terang Putusan-Putusan Pengadilan yang mengabulkan Gugatan Drs. Sumardjo (Penggugat) melawan TNI-AL, yaitu Putusan PN Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I) dan Putusan PN Jakarta Utara Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470k/pdt/2006 tgl 14 maret 2007(Perkara II), ternyata didasarkan pada bukti-bukti PALSU hasil Rekayasa, dan oleh karenanya Putusan-Putusan a quo “Tidak memiliki kekuatan hukum Pembuktian/Tidak mengikat dan tidak memiliki kekuatan eksekutorial”;—————

    6.3.        Alat Bukti TNI-AL

    6.3.1.        Bahwa sedangkan pihak TNI-AL (Tergugat) dalam perkara a quo mendalilkan memiliki Tanah Obyek sengketa berdasarkan Riwayat Perolehan hak yaitu pada tahun 1962 telah membebaskan Tanah Negara bekas Eigendom Verponding No. 1910; 8507; 11204; 112O3; 11202; 11201 dan NO. 6525-Seb, di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara seluas  204.667 M2 atau 20, 4667 Ha, kemudian TNI-AL  mengajukan “Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT)” kepada Gubernur DKI Jakarta, yang dikabulkan melalui surat Gubernur DKI Jakarta 931/-1.711.5 tanggal 06 Maret 1992 dengan luas tanah 162.860 M2 ATAU  + 16, 2860 Ha, dan selanjutnya Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Utara menerbitkan Sertifikat Hak Pakai (SHP) nomor 03/Kelapa Gading tanggal 2 Mei 1992 seluas 162.860 M2 ATAU  + 16, 2860 Ha atas nama TNI-AL Republik Indonesia melalui “Pemberian Hak Pakai”;——————————————————————————-

    6.3.2.        Bahwa Bukti-bukti Surat yang diajukan oleh pihak TNI-AL (Tergugat) dalam Perkara a quo antara lain adalah “Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT)” kepada Gubernur DKI Jakarta, yang dikabulkan melalui surat Gubernur DKI Jakarta 931/-1.711.5 tanggal 06 Maret 1992 dengan luas tanah 162.860 M2 ATAU  + 16, 2860 Ha dan Sertifikat Hak Pakai (SHP) nomor 03/Kelapa Gading tanggal 2 Mei 1992 seluas 162.860 M2 ATAU  + 16, 2860 Ha atas nama  Departemen Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia Cq. TNI-AL Republik Indonesia;———————

    6.3.3.        Bahwa selain mengajukan bukti-bukti Surat tersebut di atas, TNI-AL (Tergugat) juga mengajukan bukti-bukti surat lain berupa :

    6.3.3.1.       Surat Kemandan Pangkalan Utama TNI-AL Teluk Ratai Nomor B/923/IX/1990/TRT tanggal 13 September 1993 vide Bukti T-T-1;——————————————————

    6.3.3.2.       Surat Kepala Sekretaris Bakorstanas Nomor B/139/Stanas/IV/1992 tanggal 29 april 1992 vide T-I-5;—-

    6.3.3.3.       Surat PANGAB Nomor B/160-04/2/461/Slog tanggal 24 Januari 1987 vide Bukti T-I-2;————————————-

    6.3.3.4.       Surat DELOG KASAL Nomor B/451/VI/1990/Delog Tanggal 15 Juni 1990 vide T-I-3;———————————

    6.3.3.5.       Surat Yayasan Bayu Nomor 20/YB/TN.X/1992 tanggal 19 oktober 1992 vide Bukti T-I-4;————————————-

    6.3.3.6.       Surat Direktur Fasilitas Pangkalan Nomor B/727/VII/92/Faslan tanggal 23 Juli 1992 vide Bukti T-I-6;————————————————————————–

    6.3.3.7.       Surat Sekretaris Bakorstanas Nomor B/485/Stanas/XI/1992 tanggal 28 Nopember 1992 vide Bukti T-I-7;————————————————————-

    6.4.        Analisis Alat Bukti  Gubernur Propinsi DKI Jakarta (Tergugat-II)

    6.4.1.        Surat izin penunjukan Penggunaan Tanah Nomor 931/-1.711.3 Tanggal 6 Maret 1992 atas Tanah seluas 204.667 M2 kepada Kepala Staf TNI-AL vide Bukti T-II-1;—————————————–

    6.4.2.        Surat Wali Kota Jakarta Utara kepada Gubernur DKI Jakarta nomor 6088/1.711.9 tanggal 5 Desember 1990 perihal masalah Tanah seluas 20.5 Ha di RT.001/RW.02 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Koja, Jakarta Utara vide Bukti T-II-2;————————-

    6.4.3.        Peta Situasi Nomor 150/V/BPUT/DPK/II/92 atas Tanah seluas 204.667 M2 atas nama Mabes TNI-AL vide Bukti T-II-3;—————-

    6.5.        Analisis Alat Bukti Kepala kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara (Tergugat-III)

    6.5.1.       Buku Tanah Sertifikat Hak Pakai Nomor 3/Kelapa Gading Barat atas nama TNI-AL (Tergugat-I) atas Tanah seluas 162.860 M2, terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara vide Bukti T-III-1);———————————————————————————–

    6.6.        Analisis Pertimbangan Hukum Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara

    6.6.1.     Bahwa mengacu pada pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara sebagaimana diuraikan dalam Putusannya Nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT Tanggal 11 Maret 1997 halaman 27 s/d 38, maka dapat diperoleh fakta-fakta hukum yaitu sebagai berikut :————————————————————–

    6.6.1.1.     Tentang  Data Fisik Tanah obyek sengketa;——————–

    -      Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam Putusannya Nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT Tanggal 11 Maret 1997 halaman 29, menyimpulkan bahwa Letak, Luas dan Batas-batas tanah obyek sengketa (data fisik) telah tepat dan benar, ternyata hanya didasarkan pada “Pengakuan” Drs. Sumardjo i.c. Penggugat dalam Surat Gugatan dan Repliknya, yang mengaku bahwa :

    ————–Drs. Sumardjo i.c. Penggugat pada tahun 1964 memiliki Tanah yang terletak di Kampung Kelapa Gading, Kandang Sapi, Kelurahan Sunter, Keasistenan Wedanaan Tanjung Priok, Kotapraja Jakarta Raya, dengan batas-batas yaitu sebelah Utara dengan Tanah milik Rodjali; Sebelah Timur dengan Tanah milik Djohari; Sebelah Selatan dengan Kali/Sungai Sunter dan sebelah barat dengan Perumahan Penduduk;——————————————-

    ——————-Kemudian terjadi pemecahan Kelurahan Sunter, diantaranya menjadi Kelurahan Kelapa Gading Kecamatan Koja, selanjutnya Kelurahan Kelapa Gading dipecah lagi, diantaranya menjadi Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, sehingga Letak Obyek Tanah sengketa sekarang menjadi dikenal dengan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Kotamadya Jakarta Utara, dengan batas-batas yaitu Sebelah Utara dengan Jalan Tabah I; Sebelah Timur dengan Jalan Baru; Sebelah selatan dengan Kali/Sungai Sunter dan Sebelah Barat dengan Perumahan Penduduk/Komplek Perumahan TNI-AL;—————————————————————

    -      Bahwa pertimbangan Majelis Hakim PN Jakarta Utara mengenai Letak, Luas dan batas-batas tanah obyek sengketa tersebut di atas, selain didasarkan pada “Pengakuan” Drs. Sumardjo i.c. Penggugat, juga didasarkan pada “Bukti-bukti surat” yang diajukan oleh Penggugat, yaitu :——————————————-

     

     

    Bukti—————–/33

    ————–Bukti P-2, Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 4,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 3 april 1964 antara MIUN BIN SUEB (Penjual) dengan SOEMARDJO;—————

    —————Bukti P-3, Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 6 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 5 april 1964 antara BAGOL  BIN RODJALI (Penjual) dengan SOEMARDJO;—————-

    —————-Bukti P-4, Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 6,5 Ha tertanggal 10 april 1964 antara ADJING (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);—————-

    —————-Bukti P-5, Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 3,5 Ha tertanggal 15 april 1964 antara MARDJUNI (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);————————————————————

    —————-Bukti P-23, Foto Copy Gambar/Peta Nomor 80/KH/1990 yang dikeluarkan oleh Tergugat-III ;———-

    -      Bahwa pertimbangan Majelis Hakim PN Jakarta Utara dalam Putusannya halaman 29 tersebut, yang hanya didasarkan pada “Pengakuan” Drs. Sumardjo i.c. Penggugat tanpa didukung oleh keterangan saksi-saksi fakta maupun ahli adalah tidak dapat dibenarkan, karena termasuk pertimbangan hakim dalam Putusan yang tidak adil dan memihak kepada Penggugat;———

    -      Bahwa meskipun Drs. Sumardjo i.c. Penggugat mengajukan bukti-bukti Surat P-2,P-3,P-4,P-5 dan P-23 tersebut di atas, tetapi oleh karena bukti-bukti tersebut tidak didukung oleh keterangan saksi-saksi, maka kekuatan pembuktiannya tidak sempurna, terlebih Riwayat pemekaran wilayah Kelurahan Sunter tidak disertakan, maka seharusnya Majelis Hakim dalam perkara a quo mengabaikan bukti-bukti tersebut;———

    -      Bahwa kalau pun quod Non obyek Tanah seluas seluruhnya + 20.5 Ha tersebut semuanya terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok, -

    SEHARUSNYA : tertulis “Kelurahan Sunter, Ketjamatan Kodja”, karena Kelurahan Sunter tidak pernah ada di Ketjamatan Tandjung Priok, sehingga Bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah tersebut mengandung cacat hukum (PALSU);————————-

    6.6.1.2.     Tentang Alas Hak/Warkah Tanah obyek sengketa;———–

    -      Bahwa pertimbangan Majelis Hakim dalam Putusannya Nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT Tanggal 11 Maret 1997 halaman 29 paragraf ke-3, hanya didasarkan pada Surat Gugatan Drs. Sumardjo i.c. Penggugat yang mengaku menguasai Tanah :

    ————–bekas Eigendom Verpoinding Nomor 11202 dan Nomor 6525 yang dibeli Penggugat di hadapan Lurah Sunter dan Wedana Tanjung Priok pada tanggal 18 September 1960, yaitu Verponding Eigendom Nomor 6525 atas nama KHOO MEREI NIO dengan Grosse Akta Nomor 989 Tanggal 15 april 1953 dan Verponding Eigendom Nomor 11202 atas nama NJOO SENG HOO dengan Grosse Akta Nomor 850 tanggal 15 april 1953, dan dalam pada itu di antara kedua Lokasi Tanah tersebut terdapat Tanah Eigendom Verponding Nomor 11201;—————————————

    Ternyata kemudian diketahui bahwa Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), PALSU berdasarkan bukti :

    ————-Berita Acara PUSLABFOR BARESKRIM MABES POLRI No. LAB.6267/DTF/2004 Tgl. 10 Januari 2005; Laporan Polisi No. POL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II TgL. 12 Juli 2004  dan SP2HP Direktur Kriminal Umum POLDA Metro Jaya NO. B/2095/III/2005/DIT.RESKRIMUM Tgl. 10 Maret 2005  atas nama Tersangka Drs. SUMARDJO ditujukan kepada  Sdr. DEDI ENDANG,SH (Pelapor);—

    -    Bahwa dengan demikian Alas Hak/Warkas bukti kepemilikat Tanah bagi Drs. Sumardjo i.c. Penggugat  tidak jelas, terlebih Penggugat tidak pernah mengajukan Bukti Akta Jual Beli tersebut dalam perkar a quo, sebagai dasar perolehan hak atas Tanah bagi Penggugat;———————————————————-

    6.6.1.3.     Tentang Riwayat Perolehan Hak Tanah obyek sengketa bagi Drs. Sumardjo (Penggugat);———————————-

    -      Bahwa Riwayat Perolehan hak atas Tanah obyek sengketa bagi Drs. Sumardjo i.c. Penggugat hanya didasarkan pada pengakuan sepihak dari Penggugat, sebagaimana diuraikan dalam bukti-bukti surat berupa :

    ———-Surat Pernyataan Drs. Sumardjo tertanggal 22 agustus 1985 Jo Surat Keterangan Lurah Kelapa Gading Barat Nomor 108/1.711/1990 Tanggal 16 agustus 1990 Jo Surat Keterangan Tanah Garapan Nomor 42/U/7/1964 tanggal 14 Juli 1964 yang dikeluarkan oleh Lurah Sunter H.M. SATIM Jo Surat Pernyataan Drs. Sumardjo tertanggal 21 September 1982 Jo Surat Keterangan Garapan Tanah Nomor 351/1-6/JU/1973 Tanggal 12 agustus 1973 yang ditanda tangani oleh Camat Koja Jo Surat Keterangan Lurah Kelapa Gading Nomor 038/I-2/KG/1973 tanggal 19 pebruari 1973 ZAINAL ARIFIN.HS;———————–

    -      Bahwa ternyata kemudian diketahui bukti-bukti surat tersebut di atas tidak pernah diuji kebenarannya dan tidak ada saksi-saksi fakta yang mendukung bukti-bukti surat tersebut, sehingga diragukan kebenarannya, namun Majelis Hakim dalam perkara a quo membenarkan bukti-bukti surat tersebut, tanpa meneliti kebenarannya;——————————————————

    -      Bahwa bukti-bukti surat tersebut di atas pada pokoknya hanya menerangkan mengenai Bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah” tahun 1964 vide Bukti P-2, P-3, P-4 dan P-5, yang kemudian ternyata PALSU berdasarkan bukti Berita Acara PUSLABFOR BARESKRIM MABES POLRI No. LAB.6267/DTF/2004 Tgl. 10 Januari 2005; Laporan Polisi No. POL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II TgL. 12 Juli 2004  dan SP2HP Direktur Kriminal Umum POLDA Metro Jaya NO. B/2095/III/2005/DIT.RESKRIMUM Tgl. 10 Maret 2005  atas nama Tersangka Drs. SUMARDJO ditujukan kepada  Sdr. DEDI ENDANG,SH (Pelapor);—————-

    6.6.1.4.     Tentang Bukti-Bukti Hak  Drs. Sumardjo (Penggugat) atas Tanah obyek sengketa;———————————————–

    -      Bahwa pertimbangan Majelis Hakim PN Jakarta Utara dalam Putusannya Nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT Tanggal 11 Maret 1997 halaman  30 (dalam pokok perkara), mengenai bukti-bukti hak atas tanah obyek sengketa bagi Drs. Sumardjo i.c. Penggugat hanya didasarkan pada 1(satu) alat bukti  yaitu “Pengakuan” Penggugat berupa :

    ————- Surat Pernyataan Drs. Sumardjo tertanggal 21 September 1982 dan Surat Pernyataan Drs. Sumardjo tertanggal 22 agustus 1985;———————–

    ————-Yang kemudian didukung oleh : ——————

    ————-Surat Keterangan Lurah Kelapa Gading Barat TABRANI Nomor 108/1.711/1990 Tanggal 16 agustus 1990;——————————————————————

    ————-Surat Keterangan Tanah Garapan Nomor 42/U/7/1964 tanggal 14 Juli 1964 yang dikeluarkan oleh Lurah Sunter H.M. SATIM;————————————–

    ————-Surat Keterangan Garapan Tanah Nomor 351/1-6/JU/1973 Tanggal 12 agustus 1973 yang ditanda tangani oleh Camat Koja;—————————–

    ————–Surat Keterangan Lurah Kelapa Gading Nomor 038/I-2/KG/1973 tanggal 19 pebruari 1973 ZAINAL ARIFIN.HS;———————————————–

    Yang pada pokoknya hanya menerangkan bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah” tahun 1964 vide Bukti P-2, P-3, P-4 dan P-5, dan tidak menerangkan mengenai adanya hak Penggugat atas Tanah obyek sengketa, yang kemudian ternyata bukti-bukti P-2,P-3,P-4 dan P-5 tersebut PALSU;——————————–

    6.6.2.        Bahwa  bukti-bukti surat tersebut di atas yang telah digunakan oleh Drs. Sumardjo (Penggugat) dalam Perkara Nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT, melawan TNI-AL (Tergugat), kecuali bukti Surat berupa Surat Grosse Akta Nomor 850/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Njoo Seng Hoo dan Grosse Akta Nomor 849/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Kho Merie Nio dan –

    Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), yang menghasilkan bidang Tanah seluas 31.5 Ha (d/h : Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202), yang tidak diajukan sebagai bukti  dalam Perkara a quo, namun turut dipertimbangkan oleh Majelis Hakim PN Jakarta Utara;—————————————-

    6.6.3.        Bahwa ternyata Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  77/Pdt.G/PN.JKT.UT Tanggal  6 oktober 2004, dalam perkara Drs. Sumardjo (Penggugat) melawan TNI-AL (Perkara-II), gugatan kedua kalinya atas obyek Tanah sengketa yang sama, adalah sama sekali tidak lagi memeriksa bukti –bukti surat yang pernah diajukan oleh Drs. Sumardjo (Penggugat) dalam perkara-I Nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT, karena Drs. Sumardjo (Penggugat) dalam Perkara gugatan kedua kalinya tersebut tidak lagi mengajukan bukti-bukti surat tersebut, melainkan hanya mengajukan 4(empat) bukti surat yaitu berupa :————————–

    -      Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997;————————

    -      Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT;———————————————

    -      Putusan Kasasi Mahkamah Agung  No.4637k/pdt/1998;———–

    -      Putusan Peninjauan Kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002;———————————————————————

    6.6.4.              Bahwa ternyata Pertimbangan hukum dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  77/Pdt.G/PN.JKT.UT Tanggal  6 oktober 2004, hanya copy paste dari Pertimbangan hukum dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997, dengan perubahan Amar Putusan dari Declaratotoir dalam Putusan Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997, menjadi Comdematoir dalam Putusan Nomor 77/Pdt.G/PN.JKT.UT Tanggal  6 oktober 2004;———————————————————————

     

     

    Pertimbangan—————————/38

    6.7.        Pertimbangan Hukum Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta

    6.7.1.        Bahwa pertimbangan Hukum dalam Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 687/PDT/1997/PT.DKI.JKT dan Nomor 271/pdt/2005/PT.DKI Tanggal 21 nopember 2005 adalah “menguatkan” pertimbangan hukum dalam Putusan PN Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997 dan Nomor 77/Pdt.G/PN.JKT.UT Tanggal  6 oktober 2004, dengan cara copy paste atau mengambil alih seluruh pertimbangan hukum dalam Putusan PN Jakarta Utara tersebut;———————————

    6.8.        Pertimbangan Hukum Putusan Mahkamah Agung

    6.8.1.        Bahwa demikian pula pertimbangan hukum dalam Putusan Kasasi Mahkamh Agung  Nomor 4637K/Pdt/1998 dan Putusan Peninjauan Kembali  Mahkamah Agung  Nomor 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002, ternyata diketahui hanya “menguatkan” pertimbangan hukum dalam Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 687/PDT/1997/PT.DKI.JKT dan Nomor 271/pdt/2005/PT.DKI Tanggal 21 nopember 2005;—————————————————-

    6.8.2.        Bahwa demikian pula pertimbangan hukum dalam Putusan kasasi Mahkamah Agung No. 1470k/pdt/2006 tgl 14 maret 2007, ternyata diketahui hanya “menguatkan” pertimbangan hukum dalam Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 271/pdt/2005/PT.DKI Tanggal 21 nopember 2005;———————–

    6.8.3.        Bahwa pertimbangan hukum dalam putusan-putusan Pengadilan tersebut di atas yaitu :

    -        Putusan Pengadilan Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I);———————————————————————————

    -        Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470k/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara II);———–

    Hanya didasarkan pada “Pengakuan tertulis” Drs. SUmardjo i.c. Penggugat dalam Surat-surat pernyataannya yaitu :

    ————- Surat Pernyataan Drs. Sumardjo tertanggal 21 September 1982 dan Surat Pernyataan Drs. Sumardjo tertanggal 22 agustus 1985;———————————————–

    ————-Yang kemudian didukung oleh : —————————-

    ————-Surat Keterangan Lurah Kelapa Gading Barat TABRANI Nomor 108/1.711/1990 Tanggal 16 agustus 1990;—

    ————-Surat Keterangan Tanah Garapan Nomor 42/U/7/1964 tanggal 14 Juli 1964 yang dikeluarkan oleh Lurah Sunter H.M. SATIM;———————————————————

    ————-Surat Keterangan Garapan Tanah Nomor 351/1-6/JU/1973 Tanggal 12 agustus 1973 yang ditanda tangani oleh Camat Koja;——————————————————————-

    ————–Surat Keterangan Lurah Kelapa Gading Nomor 038/I-2/KG/1973 tanggal 19 pebruari 1973 ZAINAL ARIFIN.HS;——————————————————————–

    Yang pada pokoknya hanya menerangkan bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah” tahun 1964 vide Bukti P-2, P-3, P-4 dan P-5, dan tidak menerangkan mengenai adanya hak Penggugat atas Tanah obyek sengketa, yang kemudian ternyata bukti-bukti P-2,P-3,P-4 dan P-5 tersebut PALSU, berdasarkan bukti yaitu :—————————————————

    ————-Berita Acara PUSLABFOR BARESKRIM MABES POLRI No. LAB.6267/DTF/2004 Tgl. 10 Januari 2005; Laporan Polisi No. POL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II TgL. 12 Juli 2004  dan SP2HP Direktur Kriminal Umum POLDA Metro Jaya NO. B/2095/III/2005/DIT.RESKRIMUM Tgl. 10 Maret 2005  atas nama Tersangka Drs. SUMARDJO ditujukan kepada  Sdr. DEDI ENDANG,SH (Pelapor);——————————————–

    6.8.4.        Bahwa Pertimbangan Majelis Hakim  PN Jakarta Utara dalam Putusannya Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997, yang turut mempertimbangkan Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), sementara Drs. Sumardjo i.c. Penggugat tidak pernah mengajukan bukti tersebut dalam perkara a quo dan tidak didukung pula oleh keterangan saksi-saksi, adalah termasuk pertimbangan hakim yang melampaui batas kewenangannya, karena memihak kepada Penggugat dan bertentangan dengan asas-asas pembuktian dalam hukum perdata;—————————–

    1. PENDAPAT  HUKUM  MAJELIS EKSAMINASI

    7.1.        Analisis Putusan

    7.1.1.        Bahwa Putusan-Putusan Pengadilan yang menjadi Materi Sidang Eksaminasi oleh Majelis Eksaminasi yang dibentuk oleh Pos Bantuan Hukum Markas Besar Laskar Merah Putih adalah :

    -        Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I);- ——————————————————————————–

    -        Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470k/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara II);———–

    Adalah didasarkan pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997 dalam   Perkara gugatan perdata antara Drs. SUMARDJO Melawan :——–

    -        Pemerintah Republik Indonesia Cq. Departemen Pertahanan dan Keamanan RI Cq. Kepala Staf TNI – AL (Tergugat-I);——-

    -        Pemerintah Republik Indonesia Cq. Departemen Dalam Negeri RI Cq. Gubernur Propinsi DKI Jakarta (Tergugat-II);————

    -        Pemerintah RI Cq. Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Cq. Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara (Tergugat-III);—————————

    Atas bidang Tanah obyek sengketa yaitu berupa : ———————–

    “————–Bidang anah seluas lebih 20,5 hektar terletak di Kelapa Gading Barat, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Yang merupakan tanah hak barat ex eigendom verponding Nomor : 6525, Nomor 11202; Nomor : 11201, Nomor 11203, dan Nomor : 11204 yang sekarang dikenal terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan, dalam lingkungan RW 02, RW 03 dan RW 05 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Kotamadya Jakarta Utara, dengan batas-batas sebagai berikut :——————————————————————————-

    -      sebelah utara : Jalan Tabah;———————————————–

    -      sebelah timur : Jalan Baru;————————————————-

    -      sebelah selatan : kali/Sungai Sunter;————————————

    -      sebelah barat : perumahan penduduk;———————————-

    7.1.2.       Bahwa Drs. SUMARDJO (Penggugat) mengaku memperoleh Tanah tersebut dari “Pembebasan dan Pelepasan Hak” dari 4(empat) orang Penggarap masing-masing berdasarkan pada “Bukti Surat” yaitu :————————————————————–

    7.1.2.1.     Bukti P-2, Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 4,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 3 april 1964 antara MIUN BIN SUEB (Penjual) dengan SOEMARDJO;———————————————————

    7.1.2.2.     Bukti P-3, Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 6 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 5 april 1964 antara BAGOL  BIN RODJALI (Penjual) dengan SOEMARDJO;———————————————-

    7.1.2.3.     Bukti P-4, Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 6,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja tertanggal 10 april 1964 antara ADJING (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);—————————————————————

    7.1.2.4.     Bukti P-5, Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 3,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja tertanggal 15 april 1964 antara MARDJUNI (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);—————————————————————

    7.1.3.        Bahwa bukti-bukti surat tersebut kemudian Drs. Sumardjo mengajukan bukti-bukti surat pendukung yaitu berupa :

    7.1.3.1.     Surat Keterangan Lurah Kelapa Gading Barat TABRANI Nomor 108/1.711/1990 Tanggal 16 agustus 1990;———–

    7.1.3.2.     Surat Keterangan Tanah Garapan Nomor 42/U/7/1964 tanggal 14 Juli 1964 yang dikeluarkan oleh Lurah Sunter H.M. SATIM;———————————————————

    7.1.3.3.     Surat Keterangan Garapan Tanah Nomor 351/1-6/JU/1973 Tanggal 12 agustus 1973 yang ditanda tangani oleh Camat Koja;——————————————————

    7.1.3.4.     Surat Keterangan Lurah Kelapa Gading Nomor 038/I-2/KG/1973 tanggal 19 pebruari 1973 ZAINAL ARIFIN.HS;-

    Yang pada pokoknya hanya menerangkan bukti Surat Penyerahan Hak atas Tanah” tahun 1964 vide Bukti P-2, P-3, P-4 dan P-5 tersebut, namun tidak menerangkan mengenai adanya hak Penggugat atas Tanah obyek sengketa;——————————

     

    7.1.4.       Bahwa selanjutnya Drs. Sumardjo i.c. Penggugat dalam pemeriksaan perkara a quo  mengajukan bukti-bukti pendukung lainnya yaitu berupa : ————————————————————

    7.1.4.1.     Bukti P-18b, Surat Wajib Pajak Nomor WPJ/06/KB/1992 vide Bukti P-18a dan Rincian jumlah PBB yang harus dibayar Penggugat dari Kantor PBB Jakarta Utara;———-

    7.1.4.2.     Bukti P-20, Foto Copy SIPPT Nomor 931/1.711.5 Tanggal 6 Maret 1992 oleh Tergugat-II atas nama Tergugat-I;————————————————————–

    7.1.4.3.     Bukti P-21, Surat Rekomendasi yang diterbitkan oleh Tergugat-III i.c. Kepala Kantor Pertanahan Kota Adminsitarsi Jakarta Utara, yang dikirim kepada Ka.KANWIL BPN DKI Jakarta tanggal 7 September 1990 Nomor 445/V/PGT/2/JU/1990;————————————-

    7.1.4.4.     Bukti P-22, Foto Copy Bukti-bukti pembebasan Lokasi Tanah sengketa tanggal 7 Maret 1960;————————–

    7.1.4.5.     Bukti P-23, Foto Copy Gambar/Peta Nomor 80/KH/1990 yang dikeluarkan oleh Tergugat-III ;——————————

    7.1.5.       Bahwa bukti-bukti surat yang diajukan oleh Drs. Sumardjo i.c. Penggugat dalam perkara gugatan perdata yang diperiksa dan diputus oleh Majelis Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam Putusannya Nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997 tersebut di atas, adalah didasarkan pada “Pengakuan sepihak” dari Drs. Sumardjo i.c. Penggugat sebagaimana termuat dalam bukti-bukti surat pernyataan dan pengakuan hak berupa : ————-

    7.1.5.1.     Surat Pernyataan Drs. Sumardjo tertanggal 21 September 1982;———————————————————————-

    7.1.5.2.     Surat Pernyataan Drs. Sumardjo tertanggal 22 agustus 1985;———————————————————————-

    Yang diperkuat oleh surat-surat pernyataan kesaksian sejumlah saksi-saksi yaitu :

    -      Bukti P-24a, Surat Keterangan Sdr. Tatang Subiyat tanggal 2 Mei 1994;————————————————————————

    -      Bukti P-24b, Surat Kesaksian Sdr. Misin Tanggal 2 Mei 1994;—

    -      Bukti P-24c, Surat Kesaksian Sdr. Asmad Tanggal 2 Mei 1994 vide Bukti P-24c;—————————————————————

     

     

    Bahwa—————————/43

    7.1.6.        Bahwa ternyata kemudian diketahui bukti-bukti surat yang menjadi dasar kepemilikan hak atas Tanah obyek sengketa yaitu bukti P-2, P-3, P-4 dan P-5 tersebut terbukti PALSU, berdasarkan :————–

    ——————Berita Acara PUSLABFOR BARESKRIM MABES POLRI No. LAB.6267/DTF/2004 Tgl. 10 Januari 2005; Laporan Polisi No. POL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II TgL. 12 Juli 2004  dan SP2HP Direktur Kriminal Umum POLDA Metro Jaya NO. B/2095/III/2005/DIT.RESKRIMUM Tgl. 10 Maret 2005  atas nama Tersangka Drs. SUMARDJO ditujukan kepada  Sdr. DEDI ENDANG,SH (Pelapor);———————————————————-

    7.1.7.       Bahwa bukti-bukti hak atas bidang tanah obyek sengketa sebagaimana diuraikan di atas, yang menjadi dasar pokok gugatan Drs. Sumardjo i.c. Penggugat dalam perkara a quo sebagaimana diuraikan dalam Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam Putusannya Nomor 199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997 tersebut, yang kemudian menjadi dasar pertimbangan Majelis Hakim;- Bahkan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo turut mempertimbangkan alat bukti surat Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), sementara Drs. Sumardjo i.c. Penggugat tidak pernah mengajukan bukti tersebut dalam perkara a quo;-

    7.1.8.       Bahwa fakta hukum tersebut di atas menunjukan Majelis Hakim PN Jakarta Utara yang telah memeriksa dan memutus perkara tersebut telah melampaui batas wewenangnya, yaitu cenderung memihak kepada Drs. Sumardjo i.c Penggugat, terbukti meskipun bukti-bukti surat yang diajukan oleh Penggugat dalam perkara a quo dibantah oleh Tergugat-I ic. TNI-AL dan bukti-bukti tersebut tidak didukung oleh Tergugat-II i.c Gubernur DKI Jakarta dan Tergugat-III Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara, namun Majelis Hakim tetap mempertimbangkan bukti-bukti Penggugat tersebut, tanpa meneliti kebenaran alat bukti surat dimaksud;———————

     

     

     

    Bahwa————————-/44

    7.1.9.       Bahwa demikian bukti-bukti yang diajukan oleh Drs. Sumardjo i.c. Penggugat dalam perkara vide Putusan Nomor  77/Pdt.G/pn.jkt.ut Tanggal  6 oktober 2004, yaitu :

    -      Putusan PN Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997;————————————————————-

    -      Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT;———————————————

    -      Putusan Kasasi Mahmakah Agung No.4637k/pdt/1998;————

    -      Putusan Peninjauan Kembali  Mahkamah Agung No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 Maret 2002;—————————————

    Sehingga Putusan Nomor  77/Pdt.G/pn.jkt.ut Tanggal  6 oktober 2004 tidak didukung oleh pertimbangan hukum yang memadai;——

    7.1.10.     Bahwa oleh karena putusan-putusan Pengadilan dalam perkara antara Drs. Sumardjo i.c. Penggugat melawan TNI-AL i.c. Tergugat-I; Gubernur DKI Jakarta i.c. Tergugat-II dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara i.c. Tergugat-III yaitu :——————————————————————————–

    -      Putusan PN Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I);———————-

    -      Putusan PN Jakarta Utara Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470k/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara II);————————————————-

    Adalah didasarkan pada pertimbangan hukum pada Putusan PN Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997, yang terbukti pertimbangan hukum dimaksud didasarkan pada bukti-bukti surat PALSU, maka Putusan-Putusan Pengadilan tersebut “Tidak memiliki kekuatan hukum pembuktian, tidak mengikat dan tidak memiliki kekuatan eksekutorial, sehingga Putusan – putusan tersebut tidak dapat menjadi dasar kepemilikan hak atas Tanah obyek sengketa;———————————————

     

    Kejanggalan —————————–/45

    7.2.        Kejanggalan Putusan

     

    7.2.1.       Bahwa Putusan PN Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997 dalam pertimbangan hukumnya yang menjadi dasar pertimbangan hukum dalam putusan-putusan lainnya yaitu Putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I) dan Putusan PN Jakarta Utara Nomor  77/pdt.g/pn.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470k/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara II), mengandung  beberapa kejanggalan   yaitu :——————————

    7.2.2.     Bukti-Bukti yang ajukan oleh Drs. Sumardjo i.c. Penggugat dalam perkara a quo hanya didasarkan pada “Pengakuan sepihak” dari Penggugat sesuai suratnya yaitu Surat Pernyataan Drs. Sumardjo tertanggal 21 September 1982 dan Surat Pernyataan Drs. Sumardjo tertanggal 22 agustus 1985, tanpa didukung oleh keterangasan saksi-saksi dalam persidangan dan dibantah oleh Tergugat-I, II dan III, namun ternyata dipertimbangkan oleh majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara a quo, tanpa meneliti kebenaran alat bukti surat-surat dimaksud;———————–

    7.2.3.     Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara dimaksud turut mempertimbangkan alat bukti surat bukti surat Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), sementara Drs. Sumardjo i.c. Penggugat tidak pernah mengajukan bukti tersebut dalam perkara a quo;- Pertimbangan majelis hakim yang cenderung memihak kepada Drs. Sumardjo i.c. Penggugat adalah tidak dapat dibenarkan oleh hukum;———————————————–

     

    1. KONKLUSI

    8.1.      Bahwa Putusan Perdamaian (dading) Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 219/Pdt/G/1995/PN.JKT.UT tanggal 2 Nopember 1995, yang ditindaklanjuti oleh pelaksanaan Putusan Pengadilan berupa :

    -      Surat penetapan eksekusi Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara No. 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 07 desember 2001;—————————-

    -      Surat Berita Acara Sita Eksekusi juru sita Pengadilan Negeri Jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 13 desember 2001;———–

    -      Surat penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta utara nomor 25/eks/2001/pn.jkt.ut tanggal 7 januari 2002;————————————–

    -      Berita acara eksekusi pengosongan Juru Sita PN Jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 15 januari 2002;——————————–

    -      Berita Acara eksekusi Penyerahan Juru Sita Pengadilan Negeri jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 15 januari 2002 kepada Tn. YAN SUTOMO ARIANSYAH;———————————————————-

    Dan selanjutnya disebut “Bukti-bukti hak PT. Yandinata Bina Yasa i.c. Helwi Hengkengbala (d/h : Yan Sutomo Ariansyah)” atas bidang Tanah Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202 tersebut seluas + 311.285 M2( tiga ratus sebelas ribu dua ratus delapan puluh lima meter persegi) atau 31, 1285 Ha, terletak di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan batas-batas  yaitu :———

    -       Sebelah utara                    :  Jl. Tabah-I/dahulu dikenal Tanah Bimantara;-

    -       sebelah Timur                   : Jl. Boulevard Bgr/dahulu dikenal Tanah Pemda DKI; ——————————————-

    -       sebelah selatan                :  Kali Sunter/Perintis Kemerdekaan;————–

    -       sebelah Barat                    : Perumahan TNI-AL/dahulu dikenal Tanah Bulog;—————————————————-

    Adalah SAH menurut hukum, karena Putusan perdamaian (dading) tersebut disamakan dengan Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (Gezag van Gewijsde Res Judicata), dan memiliki kekuatan pembuktian, mengikat dan memiliki kekuatan Eksekutorial, sehingga berdasarkan Putusan perdamaian(dading) tersebut, maka Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara dapat melakukan Pendaftaran Tanah sesuai permohonan Pemegang hak berdasarkan ketentuan PP Nomor 24 tahun 1997 Tentang pendaftaran Tanah Jo Peraturan Menteri Agraria/Kepala BPN Nomor 3 tahun 1997 tentang petunjuk pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah;—

    8.2.      Bahwa kalau pun quod Non di atas bidang tanah dimaksud telah terbit Sertifikat Hak Pakai Nomor 3/Kelapa Gading Barat Tanggal 2 Mei 1993 seluas Total 162.860 M2( Seratus enam puluh dua ribu delapan ratus enam puluh meter persegi) atau 16, 2860 Ha atas nama Menteri Pertahanan Republik Indonesia Cq. TNI-AL, sebagaimana dijelaskan oleh Surat Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara Nomor 777/31.72-200.3/V/2012 tanggal 7 Mei 2012 Jo Nomor 1914/31.72-200.3/XII/2012 tanggal 12 Desember 2012 perihal Permohonan Pengukuran bidang tanah Kelapa Gading Barat Kota  Administrasi Jakarta Utara, MAKA sisa Tanah seluas 14.8425 Ha yang tidak termasuk dalam Setifikat Hak Pakai No. 3/Kelapa Gading Barat,  tercatat atas nama PT. YANDINATA BINA YASA Cq. Sdr. HELWI HENGKENGBALA, dapat dilakukan pengukuran sesuai Permohonan Pemohon;———————————————————————-

    8.3.      Bahwa demikian pula kalau pun quod Non sisa Tanah seluas 14.8425 Ha yang tidak termasuk dalam Setifikat Hak Pakai No. 3/Kelapa Gading Barat tersebut masih menjadi “obyek sengketa” dalam perkara antara Drs. Sumardjo (Penggugat) melawan TNI-AL (Tergugat-I); Gubernur DKI Jakarta (Tergugat-II) dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara (Tergugat-III) sebagaimana diuraikan dalam Putusan-Putusan Pengadilan yaitu :

    -     Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I);———————————-——————————————————–

    -     Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  77/Pdt.G/PN.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470K/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara II);————————————-————————————

    Dan masih terbuka kesempatan upaya hukum luar biasa i.c Peninjauan Kembali(PK) terhadap Putusan Kasasi Mahkamah Agung No. 1470K/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 oleh pihak Tergugat-I i.c. TNI-AL, namun terhadap Putusan-Putusan Pengadilan dimaksud, ternyata tidak dapat dilakukan eksekusi, karena terbukti  pertimbangan hukum putusan-putusan tersebut di atas terbukti didasarkan pada bukti surat-surat PALSU berdasarkan bukti berupa :——————————————————————

    ——————Berita Acara PUSLABFOR BARESKRIM MABES POLRI No. LAB.6267/DTF/2004 Tgl. 10 Januari 2005; Laporan Polisi No. POL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II TgL. 12 Juli 2004  dan SP2HP Direktur Kriminal Umum POLDA Metro Jaya NO. B/2095/III/2005/DIT.RESKRIMUM Tgl. 10 Maret 2005  atas nama Tersangka Drs. SUMARDJO ditujukan kepada  Sdr. DEDI ENDANG,SH (Pelapor);——————————————–

    Sehingga Putusan-Putusan Pengadilan tersebut dalam perkara antara Drs. Sumardjo (Penggugat) melawan TNI-AL (Tergugat-I); Gubernur DKI Jakarta (Tergugat-II) dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara (Tergugat-III), tidak memiliki kekuatan hukum Pembuktian, karena pertimbangan hukum dalam Putusan-Putusan a quo didasarkan pada bukti-bukti yang tidak sah;—————————————————————————

    8.4.      Bahwa Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997, yang merupakan dasar dari  Putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I) dan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  77/Pdt.G/PN.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470K/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara II) dalam perkara antara Drs. Sumardjo (Penggugat) melawan TNI-AL (Tergugat-I); Gubernur DKI Jakarta (Tergugat-II) dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara (Tergugat-III), adalah mengenai Tanah obyek sengketa yaitu :

    “————–Bidang anah seluas lebih 20,5 hektar terletak di Kelapa Gading Barat, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Yang merupakan tanah hak barat ex eigendom verponding Nomor : 6525, Nomor : 11201, Nomor 11203, dan Nomor : 11204 yang sekarang dikenal terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan, dalam lingkungan RW 02, RW 03 dan RW 05 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Kotamadya Jakarta Utara, dengan batas-batas sebagai berikut :—————–

    -      sebelah utara : Jalan Tabah;———————————————————–

    -      sebelah timur : Jalan Baru;————————————————————–

    -      sebelah selatan : kali/Sungai Sunter;————————————————-

    -      sebelah barat : perumahan penduduk;———————————————–

    Ternyata, kemudian diketahui bahwa bukti surat – surat yang menjadi dasar gugatan Drs. Sumardjo i.c. Penggugat dalam perkara a quo adalah PALSU, sehingga bukti-bukti surat dimaksud harus dinyatakan tidak sah;—————–

    8.5.      Bahwa oleh karena Laporan Polisi No. POL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II TgL. 12 Juli 2004  atas nama Pelapor Sdr. DEDI ENDANG,SH di POLDA Metro Jaya dan Drs. Sumardjo telah ditetapkan sebagai Tersangka sesuai SP2HP Direktur Kriminal Umum POLDA Metro Jaya NO. B/2095/III/2005/DIT.RESKRIMUM Tgl. 10 Maret 2005  ditujukan kepada  Sdr. DEDI ENDANG,SH (Pelapor), sampai saat ini belum diajukan pada Jaksa Penuntut Umum oleh Penyidik POLDA Metro Jaya, maka bukti surat-surat yang diduga Palsu tersebut yaitu :————————————————-

    -      Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 4,5 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 3 april 1964 antara MIUN BIN SUEB (Penjual) dengan SOEMARDJO; ————-

    -      Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 6,5 Ha tertanggal 10 april 1964 antara ADJING (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);-

    -      Surat  Bukti penyerahan Hak Tanah Garapan seluas 6 Ha yang terletak di Kampung Klapagading, Kandang Sapi Kelurahan Sunter, Ketjamatan Tandjung Priok Daerah Chucuc Ibu Kota Djakarta Raja, tanggal 5 april 1964 antara BAGOL  BIN RODJALI (Penjual) dengan SOEMARDJO; —-

    -      Surat Djual Beli Tanah Garapan seluas 3,5 Ha tertanggal 15 april 1964 antara MARDJUNI (Penjual) dengan SOEMARDJO (Pembeli);————–

    -      Surat Grosse Akta Nomor 850/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Njoo Seng Hoo dan Grosse Akta Nomor 849/1953 tanggal 15 april 1953 atas nama Kho Merie Nio;—————————————————————

    -      Akta Jual Beli tertanggal 18 September 1960 antara Njoo Seng Hoo (Penjual) dengan Drs. SOEMARDJO (Pembeli), yang menghasilkan bidang Tanah seluas 31.5 Ha (d/h : Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202);—————————————————————-

    Dapat dimohonkan pembatalannya melalui gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dan Gugatan Perbuatan melawan Hukum (PMH) oleh PT. Yandinata Bina Yasa Cq. Helwi Hengkengbala (Penggugat) melawan Drs. Sumardjo dan/atau ahli warisnya dan/atau kuasa-kuasanya sesuai Register Perkara Nomor 102/Pdt/G/2013/PN.JKT.UT Tanggal 27 Maret 2013, adalah telah tepat, untuk memperoleh kepastian hukum dan keadilan;——————————————————————————————

    8.6.      Bahwa terlepas dari proses penyelesaian perkara pidana sesuai Laporan Polisi No. POL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II TgL. 12 Juli 2004  atas nama Pelapor Sdr. DEDI ENDANG,SH di POLDA Metro Jaya dan penyelesaian perkara Register Perkara Nomor 102/Pdt/G/2013/PN.JKT.UT Tanggal 27 Maret 2013, belum memperoleh kekuatan hukum tetap, MAKA : Mahkamah Agung dapat segera mengoreksi Putusan-Putusan Pengadilan dalam perkara antara Drs. Sumardjo i.c. Penggugat melawan TNI-AL i.c. Tergugat-I, melalui Putusan Peninjauan Kembali (PK) terhadap Putusan Kasasi Mahkamah Agung No. 1470K/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009;————————————————————————————

    8.7.      Bahwa selain itu berdasarkan pada Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 1673K/Pdt/2005 Tanggal 25 April 2007, dalam perkara gugatan wanprestasi antara  YAYASAN KIYAI HAJI AGIEL SIRADJ (KHAS) melawan Drs. SUMARDJO, dapat diperoleh fakta bahwa perkara Gugatan Drs. SUMARDJO melawan TNI-AL  yang berhasil dimenangkan oleh Drs. SUMARDJO sebagaimana ternyata dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002, BUKAN semata-mata didasarkan pada pertimbangan bukti hukum, melainkan karena diurus/diintervensi oleh pihak lain yaitu YAYASAN KIYAI HAJI AGIEL SIRADJ (KHAS), sehingga meskipun pertimbangan hukum dalam Putusan-Putusan a quo didasarkan pada bukti-bukti surat Palsu, namun ternyata Gugatan Drs. SUMARDJO dikabulkan oleh Mahkamah Agung sampai pada tingkat Putusan Peninjauan Kembali;—

     

     

     

     

     

     

     

    pernyataan——————-/51

    1. PERNYATAAN  PENDAPAT  HUKUMI

    9.1.      Bahwa setelah Majelis Eksaminasi membaca Pertimbangan Hakim dalam Putusan-Putusan a quo;- Membaca dan mengkaji Prinsip Hukum dan Prosedur Hukum Acara yang diterapkan oleh Majelis Hakim;-Membaca dan mengkaji semua Bukti-Bukti Penggugat dan Para Tergugat dalam Perkara a quo dan Membaca dan mendengarkan keterangan Saksi-Saksi Fakta dalam Perkara a quo, MAKA : Majelis Eksaminasi berpendapat yaitu :——————

    9.1.1.     Menyatakan Putusan Perdamaian (dading) Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 219/Pdt/G/1995/PN.JKT.UT tanggal 2 Nopember 1995, yang ditindaklanjuti oleh pelaksanaan Putusan Pengadilan berupa :—————————————————————–

    -      Surat penetapan eksekusi Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara No. 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 07 desember 2001;————

    -      Surat Berita Acara Sita Eksekusi juru sita Pengadilan Negeri Jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 13 desember 2001;——————————————————————

    -      Surat penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta utara nomor 25/eks/2001/pn.jkt.ut tanggal 7 januari 2002;—————————-

    -      Berita acara eksekusi pengosongan Juru Sita PN Jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 15 januari 2002;————-

    -      Berita Acara eksekusi Penyerahan Juru Sita Pengadilan Negeri jakarta utara nomor 25/eks/2001/PN.JKT.UT tanggal 15 januari 2002 kepada Tn. YAN SUTOMO ARIANSYAH;————————-

    Dan selanjutnya disebut “Bukti-bukti hak PT. Yandinata Bina Yasa i.c. Helwi Hengkengbala (d/h : Yan Sutomo Ariansyah)” atas bidang Tanah Eks Eigendom Verponding Nomor 6525 dan Nomor 11202 tersebut seluas + 311.285 M2( tiga ratus sebelas ribu dua ratus delapan puluh lima meter persegi) atau 31, 1285 Ha, terletak di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan batas-batas  yaitu :———————————————–

    -       Sebelah utara        :  Jl. Tabah-I/dahulu dikenal Tanah Bimantara;-

    -       sebelah Timur       : Jl. Boulevard Bgr/dahulu dikenal Tanah Pemda DKI; ———————————————————————-

    -       sebelah selatan    :  Kali Sunter/Perintis Kemerdekaan;————–

    -       sebelah Barat        : Perumahan TNI-AL/dahulu dikenal Tanah Bulog;——————————————————————————-

    Adalah SAH menurut hukum, karena Putusan perdamaian (dading) tersebut disamakan dengan Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (Gezag van Gewijsde Res Judicata), dan memiliki kekuatan pembuktian, mengikat dan memiliki kekuatan Eksekutorial, sehingga berdasarkan Putusan perdamaian(dading) tersebut, maka Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara dapat melakukan Pendaftaran Tanah sesuai permohonan Pemegang hak berdasarkan ketentuan PP Nomor 24 tahun 1997 Tentang pendaftaran Tanah Jo Peraturan Menteri Agraria/Kepala BPN Nomor 3 tahun 1997 tentang petunjuk pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah;—————————————————————–

    9.1.2.     Menyatakan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  199/pdt.g/1996/PN.JKT.UT tgl.11 maret 1997  jo putusan pengadilan Tinggi Jakarta No.687/pdt/1997/PT.DKI.JKT jo putusan Kasasi MA No.4637k/pdt/1998 jo putusan peninjauan kembali  MA No. 541PK/pdt/2000 tgl 14 maret 2002 (Perkara I) dan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor  77/Pdt.G/PN.jkt.ut tgl 6 oktober 2004 jo putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta No 271/pdt/2005/pt.dki tgl 21 nopember 2005 jo putusan kasasi MA No. 1470K/pdt/2006 tgl 14 maret 2007 Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No. 332PK/Pdt/2008 Tanggal 13 Januari 2009 (Perkara II) adalah Tidak memiliki kekuatan pembuktian/tidak mengikat dan tidak memiliki kekuatan eksekutorial, jika kemudian ternyata terbukti bahwa bukti surat-surat yang digunakan oleh Drs. Sumardjo i.c. Penggugat dalam gugatannya PALSU dan menjadi dasar pertimbangan Majelis Hakim dalam Putusan-putusan perkara a quo;————————————————————————————–

    9.1.3.     Menyatakan Kepala Kantor Pertanahan Kota Adminstrasi Jakarta Utara dapat melakukan proses pendaftaran Tanah atas bidang Tanah seluas 14.8425 Ha yang tidak termasuk dalam Setifikat Hak Pakai No. 3/Kelapa Gading Barat, sesuai permohonan Pemohon Cq. PT. Yandinata Bina Yasa Cq. Helwi Hengkengbala, demi keadilan berdasarkan hukum;———————————————

    9.2.      Menyatakan alat bukti surat-surat yang digunakan oleh Drs. Sumardjo i.c. Penggugat dan menjadi pertimbangan hukum dalam putusan-putusan pengadilan dalam perkara antara Drs. Sumardjo i.c. Penggugat melawan TNI-AL i.c. Tergugat-I adalah Palsu, berdasarkan bukti Berita Acara PUSLABFOR BARESKRIM MABES POLRI No. Lab: 6267/DTF/2004 tgl 10 januari 2005 Jo Laporan Polisi No.PoL : 2057/K/VII/2004/SPK.UNIT II Tgl. 12 Juli 2004 Jo SP2HP Direktur Kriminal Umum POLDA Metro Jaya NO. B/2095/III/2005/DIT.RESKRIMUM Tgl. 10 Maret 2005;——————————

    Demikian diputuskan dalam Sidang Eksaminasi Publik oleh 5(lima) orang Majelis yaitu Prof. DR. ABDUL AZIS.R,SH,MBA selaku Ketua merangkap anggota; DR. ARIEF SUGIARTO,SH,MH,LLM; DR. HOTMAN SIMANJUNTAK,SH,MH,LLM;  SYAHRI RAMADHANI.AR.TARIGAN,SH,MH dan  DR. KUKUH TUGIYONO,SH,MH masing-masing sebagai anggota, pada hari Senin Tanggal dua puluh dua bulan April tahun dua ribu tiga belas (22/04/2013) dan diucapkan dalam sidang Pleno Majelis Eksaminasi tersebut secara terbuka untuk umum, yang dihadiri oleh Kuasa Pemohon SURYA  DARMA SIMBOLON,SH, dan selanjutnya diregistrasi dalam Buku Daftar Perkara Eksaminasi Publik pada Kantor Pos Bantuan Hukum Markas Besar Laskar Merah Putih pada hari itu juga;———————————————————————————————

    Jakarta, 22 April 2013.

    MAJELIS  EKSAMINASI,

    KETUA,

    ( Prof. DR. ABDUL AZIS.R,SH,MBA )

     

    ANGGOTA – ANGGOTA :

     

    ( DR. ARIEF SUGIARTO,SH,MH,LLM )

    (DR. HOTMAN SIMANJUNTAK,SH,MH,LLM )

    ( DR. KUKUH TUGIYONO,SH,MH )

    (SYAHRI RAMADHANI.AR.TARIGAN,SH,MH)

     

    SEKRETARIS  MAJELIS EKSAMINASI,

    (PONDANG SARAGIH,SH)

Viewing 1 post (of 1 total)

You must be logged in to reply to this topic.